Bukan Sekadar Lulus, 179 Pemuda Bengalon Bawa Bekal Kompetensi HD 785

19 Agustus 2026
368 dilihat
1 min read

BENGALON – Sebanyak 50 pemuda dari 179 lulusan Legacy Training Program PAMA SITE KPCB mendapat penghargaan khusus atas capaian terbaik dalam penilaian akademik dan praktik. Mereka menerima komputer Core i5 generasi ke-6 yang diharapkan dapat mendukung literasi teknologi dan pembelajaran digital di level keluarga.

Bagi Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, penghargaan tersebut harus diikuti tanggung jawab. Ia meminta para lulusan menjaga amanah ilmu yang telah diperoleh serta mampu menjadi safety officer bagi diri sendiri ketika memasuki dunia industri.

Harapan untuk bekerja memang menjadi salah satu alasan Hariandi, peserta yang berhasil menyelesaikan program, mengikuti pelatihan tersebut. Setelah dinyatakan lulus, ia merasa memperoleh lebih dari sekadar keterampilan teknis. Relasi, koneksi, dan pengalaman selama training menjadi bekal lain yang menurutnya sangat berharga.

BACA JUGA  Dari Komoditas Lokal ke Pasar Global, Kutim Perkuat Hilirisasi

Namun, kesempatan itu tidak diperoleh seluruh peserta. Dari 207 pemuda yang mendaftar, sebanyak 179 orang dinyatakan memenuhi standar, sementara 28 lainnya harus tersisih. Seleksi tersebut menjadi bagian penting karena kemampuan mengoperasikan alat berat berkaitan langsung dengan keselamatan di lapangan.

Selama program berlangsung, peserta mempelajari Dump Truck Komatsu HD 785-7, termasuk P2H, komponen unit, pengoperasian panel, serta prosedur keselamatan. Unit dengan mesin 30.000 cc dan 12 silinder itu menuntut operator memiliki kecakapan sebelum benar-benar dipercaya bekerja.

Bagi PAMA, kemampuan tersebut merupakan bentuk investasi manusia. Project Manager PAMA KPCB Sigit Nugroho menyebut ilmu, keterampilan, dan harapan sebagai warisan yang nilainya dapat terus berkembang ketika dibagikan kepada masyarakat.

BACA JUGA  Di Tengah Tekanan Ekonomi, Pedagang Pasar Sangatta Perkuat Barisan

Kini, warisan itu menjadi semakin penting setelah masa operasional PAMA SITE KPCB di Bengalon berakhir pada 19 Mei lalu. Program yang telah dijalani para pemuda tidak berhenti bersama berakhirnya proyek, sebab kompetensi yang mereka bawa dapat digunakan untuk membuka peluang baru. Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan mampu menjadi operator yang andal dan memenuhi kebutuhan industri. (ADV/ProkopimKutim/UB)