JAKARTA — Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Drs Frederik Kalalembang, anggota DPR RI sekaligus ketua umum IKaT Nusantara, mengapresiasi Eko Sugiarto, warga IKaT di Sangata, Kutai Timur, Kaltim, yang berhasil memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Menurut Frederik, capaian tersebut merupakan hasil dari kemauan, ketekunan, kemampuan, serta keberanian Eko membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga terkait.
“Selamat kepada Pak Eko Sugiarto atas usaha dan perjuangannya hingga berhasil mendapatkan lisensi BNSP. Bergerak, keluar masuk kementerian dan lembaga terkait, membangun komunikasi hingga akhirnya mendapatkan hasil terbaik tentu bukan hal yang mudah,” kata Frederik melalui rilis yang diterima ulinborneo.id.
Ia menekankan komunikasi tidak seharusnya dibangun hanya ketika seseorang membutuhkan bantuan. Hubungan yang dijaga secara konsisten akan melahirkan kepercayaan, persahabatan, sekaligus memperluas jaringan.
“Jangan sampai ada masalah baru kita berkomunikasi, lalu setelah masalah selesai tidak ada lagi komunikasi. Hubungan harus terus dijaga. Dari komunikasi yang baik itulah tumbuh kepercayaan, persahabatan, dan jaringan,” ujar purnawirawan jenderal bintang dua itu.
Frederik mengatakan prinsip tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pengabdiannya. Menurut dia, komunikasi dengan berbagai kalangan telah membuka banyak jaringan dan kepercayaan.
“Saya bisa sampai pada hari ini, salah satunya karena komunikasi yang saya bangun dan jaga dengan baik kepada siapa pun. Dari komunikasi itulah saya banyak mendapatkan jaringan, kepercayaan, persahabatan, serta berbagai kemudahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Eko Sugiarto menyampaikan terima kasih kepada Frederik atas arahan dan bimbingan yang diberikan, terutama mengenai pentingnya menjaga komunikasi.
“Komunikasi bukan hanya pada saat ada masalah atau ketika kita membutuhkan sesuatu, tetapi harus terus dijaga dalam keadaan apa pun. Arahan itu sangat berarti bagi saya dan terus saya pegang,” kata alumnus Universitas Gadjah Mada itu.
Frederik juga mengajak masyarakat Toraja di mana pun berada untuk menjaga komunikasi dan persaudaraan tanpa membedakan jabatan maupun latar belakang.
“Kita tidak pernah tahu siapa yang suatu saat dapat menjadi jalan pertolongan bagi kita. Begitu pula sebaliknya, kita tidak pernah tahu kapan kita dapat menjadi jalan untuk membantu orang lain. Karena itu, bangunlah komunikasi dengan siapa saja dan jagalah hubungan dengan tulus,” pesannya.
Ia berharap keberhasilan Eko memperoleh lisensi BNSP dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kemampuan, memperluas jaringan, dan menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak.
“Semoga keberhasilan memperoleh lisensi BNSP ini menjadi motivasi bagi kita semua. Kemauan dan kemampuan akan semakin kuat apabila didukung komunikasi, kepercayaan, dan jaringan yang baik,” pungkas Frederik.
