Dari Komoditas Lokal ke Pasar Global, Kutim Perkuat Hilirisasi

2 Agustus 2026
1 dilihat
1 min read

SANGATTA – Perubahan struktur ekonomi menjadi momentum bagi Kutai Timur (Kutim) untuk memperkuat sumber pertumbuhan di luar sektor pertambangan. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat 1,22 persen jika memasukkan batubara, sedangkan tanpa komoditas tersebut mencapai sekitar 11 persen. Pertanian, perkebunan, industri pengolahan, dan transportasi menjadi sektor yang turut menopang perkembangan tersebut.

Potensi pertumbuhan baru bertumpu pada komoditas lokal yang memiliki ruang besar untuk dikembangkan. Pisang, kakao, aren genjah, dan nanas dinilai dapat menghasilkan nilai ekonomi lebih tinggi apabila tidak berhenti sebagai bahan mentah.

Penguatan produk olahan juga diarahkan untuk membuka akses lebih luas ke pasar ekspor. Kesiapan produksi, kapasitas pelaku usaha, kualitas komoditas, hingga pemetaan potensi menjadi bagian penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar global.

BACA JUGA  Nasib Bankeu Provinsi Dipertanyakan, DPRD Kaltim Khawatir Aspirasi Warga Terhambat

Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Disperindag menjadikan hilirisasi sebagai strategi untuk memperkuat rantai ekonomi tersebut. Asisten Ekobang Seskab Kutim, Noviari Noor, menilai pengolahan komoditas menjadi produk bernilai tambah penting agar manfaat ekonomi tetap berputar di daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Dukungan data turut menjadi perhatian. Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) didorong aktif memperbarui informasi produksi dan lokasi usaha melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Data tersebut dibutuhkan sebagai dasar penyusunan kebijakan guna mengembangkan akses pasar ekspor.

Langkah tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Teknis Hilirisasi Potensi Komoditi dan Peluang Ekspor di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim. Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, eksportir, BUMD, Dekranasda, serta mitra seperti Ekspor Center untuk memperkuat sinergi.

BACA JUGA  Dari Anggaran ke Layanan, Banggar Kaltim Pantau Program Pendidikan dan Kesehatan Kutim

Agenda hilirisasi menjadi bagian dari visi Kutim sebagai pusat hilirisasi dalam 20 tahun ke depan, sekaligus mendukung target “Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing” dalam lima tahun mendatang. Pemerintah berharap forum tersebut menghasilkan langkah konkret dan terukur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/UB)