Belajar Sambil Eksplorasi, 50 Peserta Didik Dikenalkan Pentingnya Kesehatan Gigi

8 Agustus 2026
359 dilihat
1 min read

SANGATTA – Menjaga kesehatan gigi anak bukan hanya soal mencegah gigi berlubang. Kondisi gigi sulung turut berkaitan dengan pertumbuhan rahang, fungsi makan dan bicara, hingga kesehatan gigi permanen. Karena itu, kebiasaan merawat gigi perlu dikenalkan sejak usia dini.

Dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak, drg Try Diana Utamy, menjelaskan gigi sulung tidak seharusnya dianggap sebagai gigi sementara yang tidak perlu mendapat perhatian. Anak perlu dibiasakan menyikat gigi dengan benar, menjaga kebersihan mulut, membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta menjalani pemeriksaan secara berkala.

Upaya mengenalkan kebiasaan tersebut dilakukan melalui pengalaman belajar langsung. Sekitar 50 peserta didik Learning Corner Official bersama guru pendamping mengikuti Visit Dental Clinic di Darmawan Dental Clinic, Sabtu (8/8/2026).

BACA JUGA  Polres Kutim Musnahkan 885,99 Gram Sabu, Nilainya Tembus Rp1,3 Miliar

Dalam kunjungan itu, pembelajaran dikemas dengan aktivitas interaktif. Peserta mengenal berbagai hal terkait kesehatan gigi melalui Dental Treasure Hunt, melihat fasilitas pelayanan lewat Tour the Dental Clinic, serta membedakan kondisi gigi sehat dan tidak sehat melalui Healthy and Unhealthy Teeth Coloring Activity.

Sebelumnya, peserta juga mengikuti penyuluhan dan tanya jawab bertema How to Keep Our Teeth Healthy bersama drg Try Diana Utamy. Pendekatan experiential learning tersebut membuat materi kesehatan gigi disampaikan melalui pengalaman yang relevan dengan dunia anak.

English Tutor Learning Corner Official, Ms Sofiah Mardiah, mengatakan kegiatan dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus menanamkan pentingnya kebersihan gigi dan mulut sejak dini.

BACA JUGA  482 Keluarga di Telen Masuk Peta Risiko Stunting, DPPKB Turun Langsung

Penanggung Jawab Klinik Darmawan Dental Clinic, drg Iqbal Darmawan, menilai edukasi semacam ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif yang perlu dilakukan berkelanjutan. Menurutnya, perhatian kesehatan gigi juga penting bagi ibu hamil, lansia, penderita penyakit sistemik, serta penyandang disabilitas.

Melalui kegiatan tersebut, klinik berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat berkembang menjadi kebiasaan positif hingga dewasa. (ADV/ProkopimKutim/UB)