Di Tengah Sawit dan Genangan, Petani Teluk Pandan Bertahan dengan Hortikultura

8 Agustus 2026
369 dilihat
1 min read
Bupati Ardiansyah Sulaiman memanen semangka bersama kelompok tani. Foto: Dewi Pro Kutim

TELUK PANDAN – Genangan air yang berulang mulai mengusik keberlangsungan hortikultura di Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim). Sejumlah areal pertanian bahkan mulai ditinggalkan petani karena kerap terendam saat hujan deras. Penyempitan alur sungai di kawasan RT 5 disebut turut memperbesar risiko.

Ketua Gapoktan Sawit Mandiri Sejahtera (SMS), Sunyoto, mengatakan kondisi tersebut menjadi persoalan serius bagi petani. Ia berharap pemerintah melakukan normalisasi sungai sekaligus membantu menyediakan sarana produksi agar kegiatan budidaya tetap berjalan. Lahan pertanian yang berada di sekitar aliran sungai menjadi yang paling rentan.

Meski menghadapi persoalan tersebut, aktivitas pertanian warga belum berhenti. Gapoktan SMS masih mengembangkan melon, sementara Kelompok Tani Sinar Mentari membudidayakan semangka. Hasil panen itu menunjukkan bahwa lahan pangan rakyat masih memiliki potensi di tengah dominasi perkebunan kelapa sawit di Kutim.

BACA JUGA  Arah Pembangunan Kutim 2027, Perkuat Infrastruktur dan Kualitas SDM

Persoalan tersebut turut menjadi perhatian Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaimanm, saat mengunjungi Desa Persiapan Bukit Pandan Jaya. Dalam kunjungan itu, ia menanam melon secara simbolis, mengikuti panen semangka, serta berdialog dengan warga.

Ardiansyah menegaskan ketahanan pangan harus diwujudkan melalui perlindungan terhadap petani dan lahan produktif. Menurutnya, pangan tidak sebatas beras, tetapi juga buah dan sayuran yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia juga mengingatkan pengalaman swasembada pangan Indonesia pada 1985.

Terkait bantuan alat pertanian, bibit, dan pupuk, ia menjelaskan sebagian besar kewenangannya sejak 2024 berada di pemerintah pusat sehingga pemkab berperan mengusulkan kebutuhan petani. Untuk banjir, penanganan harus disesuaikan dengan sumber masalah seperti normalisasi sungai diperlukan jika terjadi luapan, sedangkan genangan di lahan membutuhkan perbaikan irigasi.

BACA JUGA  Dari Anggaran ke Layanan, Banggar Kaltim Pantau Program Pendidikan dan Kesehatan Kutim

Kunjungan juga mencakup penyerahan bantuan rehabilitasi rumah layak huni Baznas kepada enam penerima, terdiri atas empat bantuan kabupaten dan dua provinsi. Pemkab menargetkan 1.000 rumah baru dan 5.000 bedah rumah selama lima tahun. (ADV/ProkopimKutim/UB)