Dana Desa Kutim Diarahkan untuk Perkuat Pencegahan AIDS, TBC, dan Malaria

7 Agustus 2026
399 dilihat
1 min read

SANGATTA – Penanganan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan malaria atau ATM di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dinilai tidak dapat sepenuhnya bergantung pada fasilitas kesehatan. Pemerintah desa didorong mengambil peran lebih aktif, mulai dari menemukan kasus, mendampingi pengobatan, hingga membantu warga kembali produktif setelah sembuh.

Dorongan tersebut disampaikan PSM Ahli Muda DPMDes Kutim, Triee Susanti Mandasari, dalam Forum Kemitraan Penanggulangan Penyakit ATM yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kutim. Forum turut dihadiri Ketua PPTI sekaligus Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, Kepala Dinkes dr Yuwana Sri Kurniawati, serta unsur perangkat daerah dan wilayah kecamatan.

Menurut Triee, desa memiliki posisi strategis karena menjadi pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui konsep Desa Siaga, warga dapat didorong menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga sanitasi, menyediakan akses air bersih, serta membantu kader melakukan pemantauan kesehatan di lingkungan masing-masing.

BACA JUGA  Bulog Bakal Bangun Gudang di Kutim, Stabilisasi Harga Gabah Saat Panen

Dalam kasus TBC, menemukan pasien menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya ialah memastikan pengobatan berlangsung sampai selesai. Desa dapat membantu melalui dukungan keluarga, pendampingan kader, akses transportasi menuju fasilitas kesehatan, dan bantuan kebutuhan gizi sesuai aturan.

Penanganan juga tidak berhenti ketika pasien dinyatakan sembuh. Triee mendorong pemberdayaan ekonomi bagi penyintas agar mereka dapat kembali bekerja dan mengurangi dampak penyakit terhadap pendapatan keluarga.

Ia mengatakan semua kebutuhan tersebut harus direncanakan sejak awal, bukan muncul setelah kasus terjadi. Karena itu, isu kesehatan perlu dibahas dalam Musyawarah Desa, diterjemahkan ke dalam RKPDes, lalu dialokasikan melalui APBDes sesuai ketentuan.

Peran tersebut didukung oleh Permendes Nomor 16 Tahun 2025 yang memberikan ruang penggunaan Dana Desa untuk kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit ATM.

BACA JUGA  Arah Pembangunan Kutim 2027, Perkuat Infrastruktur dan Kualitas SDM

Dengan menempatkan desa sebagai bagian dari rantai pencegahan hingga pemulihan, pemerintah berharap eliminasi AIDS, TBC, dan malaria pada 2030 tidak berhenti sebagai target nasional. Di tingkat Kutim, target itu diupayakan tumbuh menjadi kerja bersama yang berangkat dari lingkungan tempat warga hidup sehari-hari. (ADV/ProkopimKutim/UB)