RSUD Kudungga Perluas Layanan, Bidik Kebutuhan Kesehatan Industri Kutim

18 Agustus 2026
359 dilihat
1 min read

SANGATTA – Posisi RSUD Kudungga sebagai rumah sakit rujukan di kawasan utara Kalimantan Timur diperkuat. Kelengkapan fasilitas medis menjadi modal bagi rumah sakit di Sangatta itu untuk melayani kebutuhan masyarakat sekaligus membidik permintaan kesehatan dari sektor industri.

Peluang tersebut menguat mengingat Kutai Timur (Kutim) menjadi basis aktivitas pertambangan dan perkebunan. Sejumlah perusahaan, termasuk PT Kaltim Prima Coal (KPC), selama ini masih mengirim pekerjanya ke Samarinda atau Balikpapan ketika membutuhkan pemeriksaan medis tingkat lanjut.

Kondisi itu ingin diubah Pemkab Kutim dengan memperkuat kemampuan RSUD Kudungga. Rumah sakit kini memiliki MRI, CT Scan, unit hemodialisis, serta fasilitas cath lab dan mammografi.

Pengembangan fasilitas juga dikaitkan dengan upaya memperkuat kemandirian rumah sakit melalui skema Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Manajemen didorong lebih agresif membangun kemitraan dengan perusahaan tambang maupun perkebunan.

BACA JUGA  Perkuat Pendampingan, DPPKB Kutim Sasar Keluarga Berisiko Stunting di Sangkulirang

Bagi masyarakat, keberadaan layanan tersebut diharapkan memangkas kebutuhan rujukan ke luar daerah. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan fasilitas kesehatan harus dapat dimanfaatkan masyarakat melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Salah satu penguatan terbaru berada pada layanan jantung melalui cath lab. Fasilitas ini menggunakan sistem pencitraan X-ray Philips Azurion 7 C20 yang diklaim dapat mengurangi paparan radiasi bagi pasien dan tenaga medis.

Selain itu, mammografi dosis rendah disiapkan untuk mendukung deteksi dini kelainan tumor maupun kanker payudara sebelum memasuki fase bergejala. Gedung poliklinik juga menjadi bagian dari fasilitas yang diresmikan bersama cath lab dan mammografi.

Peresmian dilakukan oleh Ardiansyah bersama Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Jimmi dan jajaran Forkopimda di Auditorium RSUD Kudungga. Sebelumnya, alat MRI telah lebih dahulu dioperasikan setelah diresmikan.

BACA JUGA  Sekolah di Kutim Siapkan Seleksi Penerima Beasiswa Stimulan 2026

Ardiansyah menilai modernisasi menunjukkan bahwa layanan kesehatan daerah tidak semestinya tertinggal. Namun, ia mengingatkan teknologi harus diikuti peningkatan kapasitas dan integritas para tenaga medis agar kemajuan fasilitas menghasilkan pelayanan aman dan humanis. (ADV/ProkopimKutim/UB)