Sekolah di Kutim Siapkan Seleksi Penerima Beasiswa Stimulan 2026

20 Agustus 2026
361 dilihat
1 min read

SANGATTA – Harapan mendapat dukungan biaya pendidikan muncul dari sejumlah sekolah di Kutai Timur (Kutim) setelah sosialisasi Beasiswa Stimulan Siswa 2026. Pihak sekolah kini menyiapkan pendataan dan seleksi calon penerima agar bantuan pemerintah benar-benar diterima siswa sesuai kriteria.

Program yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Kamis (20/8/2026), memberikan bantuan Rp 2,5 juta untuk setiap penerima. Tahun ini, beasiswa dialokasikan bagi 1.000 siswa dari jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB di 63 sekolah.

Kepala MA Nurul Hikmah Sangatta, Nur Aini Farida, mengatakan pihaknya akan memilah calon penerima berdasarkan kondisi ekonomi, prestasi akademik, serta kategori penghafal Al-Qur’an.

BACA JUGA  Kak Seto Hadiri Puncak Peringatan HAN Kutim di Tengah Kondisi yang Belum Pulih

“Akan kami umumkan kepada anak-anak. Nanti kami pilih berdasarkan yang akademik, yang termasuk keluarga miskin, dan termasuk hafiz,” kata Nur Aini.

Ia menilai materi sosialisasi telah memberikan gambaran yang cukup jelas bagi sekolah dalam menjalankan proses pengusulan. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu siswa melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.

Kepala SMAN 1 Teluk Pandan Siti Yulianah Mahadi juga menyambut baik program tersebut. Ia menyebut kebutuhan perlengkapan sekolah, terutama seragam bagi siswa kelas 10, menjadi salah satu beban yang dapat terbantu melalui beasiswa.

“Terutama anak-anak kelas 10, banyak sekali seragam yang belum dibeli. Harapan kami nanti ketika mendapat beasiswa, itu bisa untuk membeli seragam tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemerintah Kutim Luncurkan Program Dokter Bergerak untuk Masyarakat Sandaran

Siti memastikan sekolah akan mengikuti ketentuan yang telah disampaikan. Pendataan juga akan melibatkan orang tua agar informasi mengenai bantuan pemerintah tersebut dapat dipahami bersama.

Kepala Bagian Kesra Setkab Kutim Norhadi mengatakan program ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan pendidikan. Dari 63 sekolah penerima alokasi, terdapat 26 SMA, 25 SMK, sembilan MA, dan tiga SLB.

Sekolah pun diharapkan memastikan akurasi data agar bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi penerima ganda. (ADV/ProkopimKutim/UB)