Kutim Dorong Pengembangan Aren Terpadu Berbasis Potensi Lokal

20 Agustus 2026
364 dilihat
1 min read

MEDAN – Bagi Kutai Timur (Kutim), tanaman aren bukan sekadar komoditas perkebunan. Hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi, mulai dari nira untuk gula balok, gula semut dan gula cair, buah untuk kolang-kaling, hingga ijuk, lidi, batang, serta pati atau sagu aren yang berpotensi menjadi sumber karbohidrat alternatif.

Potensi tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Kabupaten Kutim membuka peluang pengembangan aren secara lebih terpadu. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi bersama rombongan kemudian mempelajari praktik yang diterapkan PT Sultan Aren Indonesia (SAI) di Ponpes Al Hidayah, Medan Selayang, Sumatera Utara.

Di pesantren binaan perusahaan itu, pengembangan aren tidak hanya diarahkan pada produksi. Para santri turut mendapat keterampilan mengolah hasil aren, termasuk melalui rumah produksi gula semut. Pola tersebut memperlihatkan bagaimana perkebunan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA  Petakan Kebun Sawit, Kutim Perkuat Basis Data Perkebunan

Mahyunadi bahkan mencicipi kolang-kaling yang direbus menggunakan gula aren saat meninjau kegiatan. Menurutnya, pemanfaatan berbagai bagian tanaman menunjukkan bahwa aren mampu melahirkan usaha turunan sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.

Dari sisi sumber daya genetik, Kutim memiliki keunggulan berupa pohon induk Aren Genjah yang berasal dari daerah tersebut dan telah ditetapkan Menteri Pertanian sebagai varietas Aren Genjah Nasional. Namun, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Kutim, Aliansyah Saragih, menilai perlu dibangun duplikat kebun induk di luar kawasan Kandolo karena pohon induk saat ini berada di kawasan Taman Nasional Kutai.

Menurut Aliansyah, penguatan komoditas ini harus mencakup penyediaan bibit unggul, peningkatan kapasitas petani, industri pengolahan, pemasaran, hingga kelembagaan. Model PT SAI dinilai dapat menjadi rujukan untuk membangun rantai tersebut.

BACA JUGA  Kemen-PUPR Tinjau Lahan Sekolah Rakyat di Kutim, Pastikan Kesiapan Pembangunan

Pengelola Ponpes Al Hidayah, Gazali, menyebut aren juga berperan sebagai tanaman konservasi yang membantu menjaga kesuburan lahan. (ADV/ProkopimKutim/UB)