Dua Penghafal Cilik, Jejak Generasi Qur’ani di HUT RI ke-81

18 Agustus 2026
346 dilihat
1 min read

SANGATTA – Kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara dan berbagai seremoni. Di Kutai Timur (Kutim), semangat itu turut hadir lewat lantunan ayat suci Al-Qur’an dari dua anak perempuan yang tampil dalam Khotmil Qur’an Bil Ghoib, Selasa (18/8/2026).

Salah satu suara yang mencuri perhatian berasal dari Khodijah Ummu Azhariyah. Di usia tujuh tahun, santriwati kelahiran Kutim, 28 Agustus 2018, itu mampu membawakan hafalan Juz 3 tanpa membuka mushaf. Ketika ayat demi ayat dilantunkan, ketenangan dan ketepatan bacaannya membuat suasana Ruang Panel Kantor DPRD Kutim, Bukit Pelangi, semakin khidmat.

Khodijah, yang tinggal di Perumahan Griya Dayung, merupakan utusan TPA Ulil Albab Griya Dayung di bawah bimbingan Ustazah Risma Mustafa. Ia tercatat sebagai penghatam termuda dalam kegiatan tersebut.

BACA JUGA  Green Olympic Perkenalkan Pelajar Kutim dengan Praktik Pertambangan Berkelanjutan

Penampilan serupa ditunjukkan Faradiba Nahla Alzena, sembilan tahun. Santriwati kelahiran Sangatta, 27 Januari 2017, itu tampil percaya diri dengan hafalan Juz 4. Warga Perumahan Raudlatul Mukhlisin tersebut berasal dari Baitul Qur’an Sangatta yang dipimpin Ustazah Faaza Almufidah, dengan makhraj dan fokus yang dinilai matang untuk anak seusianya.

Keduanya menjadi bagian dari agenda yang digelar Sekretariat DPRD Kutim bersama Forum Masyarakat Qur’ani (FORMASYQUR) Kutim. Khotmil Qur’an ini menuntaskan 30 juz melalui hafalan dan dirangkai dengan Mau’izzah Hasanah.

Ketua FORMASYQUR, Kutim Jamaluddin, mengatakan, kehadiran santri belia diharapkan memantik keluarga Muslim untuk membangun generasi Qur’ani dari rumah.

Pesan itu diperkuat Habib Alwi Bin Hamid Bin Syihab, Guru Besar Ilmu Hadist Universitas Seiwun, Yaman sekaligus Pengasuh Pesantren Daarul Hadist, Yaman. Menurutnya, hafalan Al-Qur’an dan akhlak generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun peradaban bangsa.

BACA JUGA  Pembangunan Gereja HKBP Sangatta Dikebut, Jemaat Masih Butuh Rp1,8 Miliar

Di tengah HUT RI ke-81, lantunan Khodijah dan Faradiba akhirnya menjadi lebih dari sekadar penampilan. Keduanya menghadirkan gambaran kecil tentang harapan besar: kemerdekaan yang diisi dengan tumbuhnya generasi beriman dan mencintai Al-Qur’an. (ADV/ProkopimKutim/UB)