SANGATTA – Jemaat HKBP Resort Sangatta masih membutuhkan sekitar Rp1,8 miliar untuk merampungkan pembangunan gereja di Jalan Tongkonan Rannu, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur. Pembangunan yang telah berlangsung hampir tiga tahun itu ditargetkan selesai dan dapat digunakan pada perayaan Natal Desember 2026.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja HKBP Resort Sangatta, S Ambarita, mengatakan dana yang telah terkumpul mencapai kurang lebih Rp5 miliar. Sekitar Rp3 miliar di antaranya berasal dari bantuan Pemerintah Kabupaten Kutim, sedangkan sekitar Rp2 miliar dihimpun dari partisipasi jemaat.
Kekurangan anggaran tersebut menjadi alasan digelarnya pesta pembangunan. Kegiatan itu sekaligus menjadi wadah bagi jemaat dalam menuntaskan pembangunan rumah ibadah yang nantinya melayani sekitar 400 kepala keluarga atau sekitar 1.200 jiwa.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi hadir dalam kegiatan bersama Anggota DPRD Kutim Yusuf Silambi, perwakilan Kodim 0909/Kutim, tokoh masyarakat H Sakka, Praeses HKBP Distrik XXVII Borneo Pdt Samuel Ambarita, Pendeta HKBP Resort Sangatta Pdt Korri Lumbantoruan, panitia pembangunan, dan jemaat.
Mahyunadi mengapresiasi upaya warga yang terus menggalang dukungan untuk menyelesaikan gereja. Ia menyatakan pemerintah daerah mendukung pembangunan rumah ibadah dan berencana memberikan bantuan melalui anggaran 2027.
Pesta pembangunan berlangsung dalam suasana budaya Batak. Prosesi mangulosi kepada Mahyunadi menjadi simbol penghormatan, kasih, dan doa, disusul manortor, tarian, serta puji-pujian yang dibawakan jemaat.
Bagi jemaat, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan gereja merupakan tanggung jawab bersama. Dengan tenggat Natal 2026 yang semakin dekat, penggalangan dana terus dilakukan untuk menutup kekurangan Rp1,8 miliar. Penyelesaiannya bukan hanya soal menuntaskan pembangunan, tetapi memastikan para jemaat memiliki ruang yang lebih representatif untuk beribadah, melayani, dan mempererat persaudaraan. (ADV/ProkopimKutim/UB)
