
SANGATTA – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Komisi B, Faisal Rachman, mengungkapkan sebuah fakta yang selama ini menjadi tantangan besar bagi kemandirian fiskal daerah. APBD Kutim hingga saat ini masih sangat bergantung dan bertumpu pada penerimaan dari sektor batu bara.
“Nah, memang sejauh ini, sudah 26 tahun Kutai Timur berdiri, dana kekuatan APBD kita itu masih ditopang oleh kekuatan dana bagi hasil dari Batu Bara,” ujar Faisal.
Pernyataan ini menyiratkan sebuah ketergantungan struktural yang dalam. Frasa “sudah 26 tahun” menunjukkan bahwa kondisi ini bukanlah hal baru, melainkan sebuah pola yang telah mengakar sejak lama.
Faisal menyatakan bahwa ketergantungan yang telah berlangsung lebih dari seperempat abad tersebut merupakan sebuah tantangan besar dan kompleks yang harus segera dicarikan solusinya. Menurutnya, kondisi ini tidak boleh lagi dibiarkan berlarut-larut karena dapat mempengaruhi stabilitas dan prediktabilitas anggaran daerah.
“Nah, ini harus terus kita kurangi ketergantungan ini.”
Penegasan untuk “mengurangi ketergantungan” ini menjadi sebuah mandat yang jelas. Ia tidak serta merta mengatakan untuk menghentikan, tetapi secara bertahap dan konsisten mengurangi porsi ketergantungan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mencari dan menerapkan solusi-solusi yang strategis, inovatif, dan berjangka panjang untuk secara perlahan melepaskan ketergantungan dari sumber pendapatan yang tidak terbarukan tersebut.
“Bagaimana caranya kita supaya keluar dari ketergantungan ini dan masyarakat bisa mandiri.”
Pertanyaan retoris “bagaimana caranya” sekaligus menjadi sebuah seruan untuk aksi kolektif. Frasa “masyarakat bisa mandiri” menggeser fokus dari sekadar ketahanan fiskal pemerintah daerah kepada kapasitas ekonomi masyarakat itu sendiri.
Pernyataan-pernyataan Faisal ini semakin menguatkan komitmen politikna yang konsisten untuk mendorong diversifikasi ekonomi. Upaya kolektif dan sinergis dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mentransformasi struktur pendapatan daerah secara fundamental. (ADV)
