Talkshow Hima Peternakan STIPER Kutim Soroti Potensi Besar Peternakan Daerah

2 Juni 2026
90 dilihat
1 min read

Sangatta – Himpunan Mahasiswa Peternakan (Hima Peternakan) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur menggelar talkshow pada Selasa (2/6/2026). pagi, pukul 08.00 WITA. Acara yang berlangsung di Kantor Bupati di Ruang Meranti itu bertajum “Kutai Timur Kaya Lahan, Miskin Peternakan?”.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya terhadap kemandirian pangan di wilayah tersebut. Berdasarkan data terkini, daerah ini tercatat sebagai salah satu penyokong utama produksi daging sapi di Kalimantan Timur.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyatakan bahwa potensi besar tersebut menjadi modal utama untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Ia juga mengajak generasi muda untuk beralih dari sekadar teori menuju aksi nyata di lapangan.

BACA JUGA  Bupati Minta PLN Gercep dalam Penyediaan Listrik di Sandaran dan Sangkulirang

“Kita bisa mampu berdaulat di bidang pangan. Secara data tadi sudah disampaikan ketua rektor stiper, ternyata setiap tahun kita bisa menyumbang 15.000 sapi. Setiap tahun dan ada juga kontribusi lainnya dan bukan hanya sapi, tapi ada ayam dan sebagainya,” ujar Ardiansyah.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dan pemuda. “Dan untuk teman-teman mahasiswa, jangan hanya sekadar banyak konsep tapi konsep itu harus dilakukan. Mahasiswa dan pemuda harus bisa ikut serta dalam dunia peternakan dan pertanian,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kutai Timur, Ismail Fahmy Almadi, memaparkan data yang mendukung pernyataan tersebut. Menurutnya, meskipun sektor peternakan belum sepenuhnya tergarap maksimal, data statistik menunjukkan hasil yang menggembirakan.

BACA JUGA  Disperindag Kutim Perkuat UMKM Sangatta Selatan Lewat Pelatihan Bisnis Adaptif dan Ramah Lingkungan

“Kutai Timur kaya lahan, mungkin peternakan belum, tapi hal ini saya telusuri data-data BPS. Ternyata Kutai Timur ini mampu menyumbang 15.000 sapi di Kalimantan Timur,” jelas Ismail.

Penulis: M. Ayyub

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.