Dinkes Kutim Perluas Screening, Vaksin HPV Didorong untuk Cegah Kanker Serviks

13 Agustus 2026
347 dilihat
1 min read

SANGATTA – Upaya menekan risiko kanker serviks di Kutai Timur (Kutim) terus diarahkan pada penguatan pemeriksaan sejak dini. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim mendorong perempuan usia subur memanfaatkan layanan IVA test yang tersedia melalui puskesmas sebagai bagian dari program nasional penurunan kematian akibat kanker serviks.

Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan pemeriksaan IVA menjadi salah satu langkah yang terus diperluas di wilayah Kutim. Selain IVA test, pap smear juga dapat digunakan untuk menemukan adanya kelainan atau lesi prakanker sebelum berkembang lebih lanjut.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr Sandri, menjelaskan penanganan akan berbeda ketika lesi prakanker sudah ditemukan. Pada kondisi tersebut, upaya tidak lagi sebatas pencegahan, melainkan memerlukan pengobatan yang dinilai lebih kompleks dan mahal.

BACA JUGA  Pemkab Kutim dan FKUB Perkuat Harmoni Masyarakat

Ia menerangkan bahwa sebagian besar kanker serviks berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV). Karena itu, pencegahan infeksi melalui vaksinasi menjadi bagian penting setelah upaya screening dilakukan.

“Kalau hasil screening negatif, segera lanjutkan dengan vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan paling efektif dan murah,” ujar dr.Sandri.

Menurutnya, vaksin HPV telah direkomendasikan WHO dan dinyatakan aman diberikan kepada anak maupun perempuan usia subur. Dalam pemaparannya, ia juga menyebut WHO menargetkan 90 persen anak laki-laki dan perempuan memperoleh vaksin HPV.

Vaksin tersebut diberikan dalam tiga dosis, dengan dosis lanjutan sesuai interval yang dijelaskan dalam sosialisasi, serta dapat dilanjutkan booster lima hingga sepuluh tahun kemudian.

BACA JUGA  Pemkab Kutim Naikkan Pangkat 223 PNS, ASN Diingatkan Jaga Profesionalisme

Ke depan, dr Sandri berharap cakupan pencegahan di Kutim semakin tinggi. Ia menargetkan dalam satu tahun 100 persen perempuan usia subur telah menjalani IVA test dan 75 persen sudah mendapatkan vaksin HPV. (ADV/ProkopimKutim/UB)