Dari Layanan Kesehatan ke Pelayanan Warga, Posyandu Kutim Diperkuat

13 Agustus 2026
380 dilihat
1 min read

SAMARINDA – Sejumlah kader dan pengelola Posyandu dari Kecamatan Sandaran mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kelembagaan Posyandu di Samarinda. Selama empat hari, mereka mendapat pembekalan dari berbagai sektor untuk memperkuat peran Posyandu dalam mendukung pelayanan dasar untuk masyarakat.

Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Peserta diperkenalkan pada enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Pola tersebut membuka ruang bagi Posyandu untuk menjalankan fungsi yang lebih luas. Lembaga yang selama ini dekat dengan layanan ibu dan anak itu diarahkan menjadi titik temu antara kebutuhan warga dengan berbagai pelayanan pemerintah.

BACA JUGA  Dari Kandang Ayam, Ekonomi Produktif Warga Teluk Pandan Mulai Bertumbuh

Perubahan itu juga terlihat pada sasaran layanan kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa kegiatan Posyandu kini didorong mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai bayi, balita, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Pendekatan tersebut diharapkan mempercepat deteksi masalah kesehatan, termasuk gizi, penyakit tidak menular, dan kesehatan reproduksi.

Konsekuensinya, kader memiliki tanggung jawab yang semakin beragam. Mereka dapat menjadi penghubung masyarakat dengan informasi mengenai pendidikan, sanitasi, perlindungan sosial, maupun layanan publik lainnya.

Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Kutim, Siti Robiah, mengatakan penguatan tersebut sejalan dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang menempatkan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan dengan cakupan kerja lintas sektor. 

BACA JUGA  IPAL Bermasalah, Operasional 12 SPPG MBG di Kutim Terhenti

Siti Robiah menegaskan, “Dengan kolaborasi, kita bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.” 

Posyandu juga diharapkan menjadi garda terdepan pelayanan publik di tingkat komunitas melalui sinergi berbagai sektor dan peran masing-masing pemerintah.

Bagi masyarakat pesisir Sandaran, keberadaan Posyandu diharapkan tidak hanya mendekatkan layanan dasar, tetapi juga mempertahankan fungsi sosial sebagai ruang bertemu dan bergotong royong. Dengan kolaborasi antar sektor, Posyandu diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan warga. (ADV/ProkopimKutim/UB)