Wakili Kutim, Empat Pelajar Bersaing Jadi Pelopor Keselamatan LLAJ Kaltim

11 Agustus 2026
287 dilihat
1 min read

SAMARINDA – Empat pelajar asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini membawa nama daerahnya dalam Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026. Mereka menjadi bagian dari 27 peserta dari tujuh kabupaten/kota yang bersaing untuk mendapatkan kesempatan mewakili Kaltim di tingkat nasional.

Seleksi yang berlangsung di Hotel Five Samarinda, Selasa (11/8/2026), mengangkat tema “Inovasi Teknologi dan Etika Transportasi sebagai Manifestasi Keselamatan Jalan di Era Digital”. Dari seluruh peserta, nantinya dua pelajar terbaik akan dipilih sebagai wakil Kaltim. Pengumuman dijadwalkan 17 September 2026 bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional.

Empat wakil Kutim tersebut merupakan hasil seleksi yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim sejak awal tahun melalui Bidang Pengembangan dan Keselamatan. Jumlah peserta yang diberangkatkan disesuaikan dengan kondisi anggaran daerah. Efisiensi APBD membuat Kutim tahun ini hanya dapat mengirim empat pelajar.

BACA JUGA  Kutim Antisipasi Dampak Pelemahan Tambang terhadap Pekerja

Sekretaris Dishub Kutim, Masrianto Suriansyah, mengatakan keterbatasan jumlah peserta tidak mengurangi komitmen daerah dalam memberikan edukasi keselamatan kepada generasi muda. Menurutnya, program pelajar pelopor merupakan bagian dari tugas Dishub untuk menanamkan pemahaman berlalu lintas sejak bangku sekolah.

Para peserta juga diharapkan mampu meneruskan pesan keselamatan kepada lingkungan pendidikan dan masyarakat. Proses seleksi turut melibatkan guru bimbingan konseling, sementara pembekalan di tingkat provinsi diberikan Ditlantas Polda Kaltim, Dishub Kaltim, dan Jasa Raharja Kaltim.

Di sisi lain, ajang tersebut membuka peluang pendidikan bagi pelajar Kutim. Melalui MoU yang ditindaklanjuti kerja sama daerah, Kutim memperoleh 10 kuota siswa taruna pendidikan kedinasan perhubungan. Masrianto berharap peserta dapat memanfaatkan peluang itu dengan menjaga prestasi akademik.

BACA JUGA  Rumah Rehab Gizi Kutim Perpanjang Intervensi dan Pantau Tumbuh Kembang Balita

Bagi empat pelajar tersebut, seleksi bukan sekadar persaingan meraih gelar pelopor. Pengalaman yang diperoleh di Samarinda menjadi bekal untuk memahami keselamatan, etika transportasi, dan tantangan mobilitas di era digital, sebelum pengetahuan itu dibawa kembali ke lingkungan mereka. (ADV/ProkopimKutim/UB)