Rumah Rehab Gizi Kutim Perpanjang Intervensi dan Pantau Tumbuh Kembang Balita

22 Juli 2026
384 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat penanganan stunting dengan memperpanjang masa pendampingan balita di Rumah Rehab Gizi (RRG) Stunting, Kecamatan Sangatta Utara. Intervensi tersebut dilakukan melalui Kelas Balita Siklus II yang berlangsung pada Rabu, 22 Juli 2026, dengan fokus pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sebanyak 8 balita berusia 12–24 bulan mengikuti kegiatan bersama 6 orang tua atau wali. Program ini menyasar anak yang mengalami risiko stunting maupun persoalan gizi kurang melalui pendampingan yang lebih terukur dibandingkan intervensi berbasis pemberian makanan tambahan semata.

Kepala Puskesmas Teluk Lingga drg. Sri Endrayati mengatakan RRG menerapkan konsep penanganan terpadu. Sasaran ditentukan berdasarkan data e-PPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dan dikaitkan dengan intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal.

BACA JUGA  Di Tengah Tekanan Ekonomi, Pedagang Pasar Sangatta Perkuat Barisan

Menurut Sri, metode pemberian makanan yang sebelumnya dilakukan dengan mengantar PMT ke rumah dinilai sulit dievaluasi karena konsumsi anak tidak dapat dipantau secara langsung. Karena itu, RRG menghadirkan pendampingan harian sejak pagi hingga pukul 14.00 WITA.

Selama mengikuti program, balita memperoleh makanan bergizi seimbang di lokasi dan membawa makanan tambahan untuk dikonsumsi di rumah. Pendampingan pada siklus kedua berlangsung 56–57 hari, lebih lama dibandingkan siklus pertama yang hanya 14 hari.

Narasumber Kelas Balita Auliya Ayuni mengatakan evaluasi menunjukkan perubahan positif. Sejumlah anak mengalami peningkatan pertumbuhan fisik dan perkembangan sensorik, disertai pola makan serta waktu istirahat yang lebih teratur.

Orang tua juga mendapat pembekalan mengenai pola asuh, pencegahan cacingan, serta cara memantau perkembangan anak melalui Buku KIA. Mereka diingatkan mengikuti program Bulan Vitamin A dan pemberian obat cacing pada Agustus.

BACA JUGA  Tak Sekadar Bertanding, Kutim Bidik Lompatan Prestasi di Porprov 2026

Pelaksanaan RRG melibatkan dokter spesialis anak dan gizi, psikolog, tenaga gizi puskesmas, serta kader. Program juga mendapat dukungan pemerintah kecamatan, Pemkab Kutim, dan dunia usaha melalui PT KPC dan PT PAMA. Siklus kedua ditargetkan selesai akhir Juli, sebelum dilanjutkan ke Siklus III pada Agustus–September 2026. (ADV/ProkopimKutim/UB)

 

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.