Kreativitas Menu B2SA Warnai Persaingan Antar Kecamatan di Kutai Timur

11 Agustus 2026
347 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pemanfaatan pangan menjadi menu yang sehat dan menarik menjadi salah satu perhatian dalam Lomba Kreasi Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2026. Melalui kompetisi ini, peserta dari berbagai kecamatan ditantang mengolah bahan pangan menjadi sajian yang memenuhi prinsip gizi sekaligus layak diterapkan dalam menu keluarga.

Kompetisi tersebut terbagi dalam dua kategori, yakni kreasi sarapan berupa nasi goreng dan kudapan atau snack B2SA. Penilaian tidak hanya mempertimbangkan hasil akhir makanan, tetapi juga kreativitas pengolahan, komposisi pangan, penyajian serta penerapan prinsip B2SA.

Persaingan ketat terlihat pada kategori sarapan. Sangatta Selatan melalui nomor peserta 15 menjadi peraih nilai tertinggi dengan skor 2.442. Sangatta Utara menyusul di posisi kedua dengan 2.434, sedangkan Muara Bengkal berada di urutan ketiga dengan 2.420. Bengalon meraih harapan pertama, disusul Sangatta Selatan nomor 16 dan Sangkulirang sebagai harapan kedua dan ketiga. Kecamatan Kombin ditetapkan sebagai juara favorit.

BACA JUGA  Polres Kutim: Pembakar Lahan Diproses Hukum Tanpa Pandang Bulu

Pada kategori kudapan, Teluk Pandan tampil sebagai pemenang dengan nilai 2.522. Batu Ampar berada hanya tujuh poin di bawahnya dengan 2.515, sementara Muara Wahau memperoleh 2.398. Karangan, Muara Ancalong dan Long Mesangat masing-masing menempati harapan pertama, kedua dan ketiga.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kreativitas mengolah pangan lokal dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan makanan bergizi tanpa harus menggunakan bahan yang mahal. 

Prinsip B2SA juga diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga, terutama anak dalam masa pertumbuhan, sekaligus membuka peluang pengembangan pangan lokal bernilai ekonomi.

Salah satu dewan juri, Chef Joko dari Hotel Royal Victoria, turut menetapkan hasil melalui rapat dewan juri pada 4 Agustus 2026. Keputusan pemenang kemudian ditetapkan pada 11 Agustus 2026 dan dituangkan dalam keputusan resmi. (ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Kutim Peringati Hari Anak Nasional 2026 melalui Peluncuran PENTAS Kutim