Kutim Dikebut Bangun 1.700 Septic Tank, Target Tuntas Sebelum 2030

23 Juli 2026
3 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mempercepat penyediaan infrastruktur sanitasi dasar bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting. Sebanyak 1.700 kepala keluarga (KK) yang belum memiliki jamban sehat menjadi sasaran pembangunan septic tank dan bilik sanitasi hingga sebelum 2030.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) Kutim di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Kamis (23/7/2026). Wakil Bupati Kutim Mahyunadi meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera menyiapkan langkah teknis agar kebutuhan sanitasi masyarakat tidak lagi tertunda.

Menurut Mahyunadi, kualitas lingkungan dan akses sanitasi yang layak merupakan faktor penting dalam menurunkan risiko stunting. Karena itu, ia meminta pembangunan septic tank menjadi salah satu program prioritas daerah.

BACA JUGA  Sekolah Mengajarkan, Keluarga Menghidupkan Bahasa Daerah

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Bidang Permukiman Dinas Perkim Kutim M Noor memastikan instansinya siap merealisasikan pembangunan 1.700 septic tank beserta fasilitas pendukungnya secara bertahap. Perencanaan teknis dan penganggaran akan disusun agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.

Selain sanitasi rumah tangga, rapat juga membahas penguatan sarana pelayanan kesehatan dasar. Dari 319 Posyandu di Kutim, sebanyak 153 masih menggunakan bangunan pinjaman. Pemkab mendorong pembangunan 50 Posyandu baru melalui kolaborasi Dinas PU dan dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kutim Irma Aryani menyebut 87 persen desa telah memiliki akses sanitasi yang baik. Tahap awal pembangunan difokuskan pada 500 unit septic tank, sehingga target cakupan sanitasi layak sebesar 97 persen di Kutim diyakini dapat tercapai. (ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Di Tengah Sawit dan Genangan, Petani Teluk Pandan Bertahan dengan Hortikultura