USB KPC Dorong Pertumbuhan UMKM Kutai Sangatta Lewat Modal Usaha

23 Juli 2026
3 dilihat
1 min read

SANGATTA – Bagi pelaku usaha kecil, keberanian memulai menjadi langkah terbesar sebelum bisnis berkembang. Hal itu dirasakan Nur Diani, pemilik Jabersa (Jasa Bersih Rumah Sangatta), yang mampu memperkuat usahanya setelah mengikuti program pemberdayaan dari PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Melalui Program Urang Sangatta Berdaya (USB) Batch II, KPC kembali memberikan dukungan bagi masyarakat Kutai Sangatta dengan menyalurkan modal usaha awal senilai Rp 125 juta kepada 25 peserta. Setiap peserta menerima bantuan sebesar Rp5 juta untuk membantu pengembangan usaha mereka.

Program yang digagas Departemen Community Empowerment melalui Local Business Development (LBD) KPC ini tidak hanya berfokus pada pemberian modal, tetapi juga pembekalan kewirausahaan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan Koperasi Insan Tangguh Sejahtera (KiTS), Lembaga Adat Besar Kutai Sangatta, serta Lembaga Adat Kutai Sangatta.

BACA JUGA  Bulog Bakal Bangun Gudang di Kutim, Stabilisasi Harga Gabah Saat Panen

Kegiatan tersebut resmi ditutup oleh Act Manager Community Empowerment KPC Muhammad Yusuf di Balai Pertemuan Desa Sangatta Utara, Kabupaten Kutim. Dalam agenda penutupan itu, turut hadir pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga adat, pengurus KiTS Sangatta, serta jajaran KPC.

Nur mengungkapkan, pelatihan yang diikuti membantunya memahami pengelolaan dan pembukuan keuangan. Modal sebelumnya ia manfaatkan untuk membeli sejumlah peralatan, seperti mesin potong rumput, gergaji mesin, dan water jet pump, sehingga bisnis jasa kebersihan yang dirintis sejak 2022 tersebut dapat berkembang.

Apresiasi juga disampaikan Mega Soraya, pemilik Mega Flowers sekaligus Sekretaris Adat Kutai Sengata. Ia berharap program serupa terus berlanjut dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.

BACA JUGA  DPRD Kutim Restui Hibah Lahan, Gudang Pascapanen Segera Dibangun

Superintendent LBD KPC, Faizal, menjelaskan bahwa USB Batch II diikuti 40 peserta yang berasal dari Lembaga Adat Besar Kutai Sengata, Lembaga Adat Kutai Sangatta, dan Persatuan Purnabakti Karyawan KPC. Setelah pelatihan, peserta akan memperoleh pendampingan hingga satu tahun melalui pertemuan rutin dan kelas kewirausahaan.

Sementara itu, Act Manager Community Empowerment KPC Muhammad Yusuf menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat melalui penguatan ekonomi yang mandiri. (ADV/ProkopimKutim/UB)