Kadar Klorida Naik di Kampung Kajang, Kondisi Intake IPA Kabo Tetap Terjaga

Pemantauan Perumdam TTB menunjukkan peningkatan kadar klorida di hilir Sungai Sangatta, tetapi intrusi air laut belum terdeteksi mencapai Intake IPA Kabo.
25 Agustus 2026
349 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pergerakan air di Sungai Sangatta menunjukkan perbedaan kondisi antara satu titik dengan titik lainnya saat pasang. Pemantauan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur (Kutim) menemukan peningkatan kadar klorida di Jembatan Kampung Kajang, sementara hasil pengujian di kawasan yang lebih dekat dengan Intake IPA Kabo masih rendah.

Perbedaan tersebut terlihat pada pengujian Senin, 24 Agustus 2026. Di Jembatan Kampung Kajang, kadar klorida tercatat 315,6 ppm. Angka ini telah melewati ambang baku mutu sebesar 300 ppm yang digunakan sebagai salah satu parameter pemantauan intrusi air laut.

Kondisi di titik itu juga menunjukkan perubahan dalam beberapa hari. Pada 16 Agustus pukul 09.00 Wita, kadar klorida masih 0,2 ppm. Empat hari kemudian, 20 Agustus pukul 16.30 Wita, nilainya meningkat menjadi 59,7 ppm sebelum kembali melonjak pada pengujian 24 Agustus.

BACA JUGA  Bupati dan Wakil Bupati Kutim Ikut Tampil dalam Festival UFAH 2026

Namun, hasil berbeda ditemukan di Kawasan Porodisa yang berjarak sekitar 3 kilometer di hilir Intake IPA Kabo. Sampel yang diambil pada hari yang sama pukul 10.15 WITA menunjukkan kadar klorida hanya 2,5 ppm. Hasil tersebut menandakan peningkatan kadar garam di Kampung Kajang belum mencapai titik pengambilan air baku IPA Kabo.

Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, mengatakan perbedaan hasil pengujian menunjukkan kadar klorida tidak seragam di sepanjang alur sungai. Lokasi, waktu pengambilan sampel, serta kondisi pasang turut mempengaruhi pergerakan air laut.

Sungai Sangatta sendiri menjadi sumber air baku bagi IPA Kabo sehingga kondisi tersebut terus dipantau. Perumdam memastikan air baku yang masuk ke instalasi masih aman dan laik diproses menjadi air bersih.

BACA JUGA  Kutim Bidik Ekonomi Non-Batubara Lewat Hilirisasi Komoditas

Pemantauan berkala akan tetap dilakukan untuk mengantisipasi apabila intrusi bergerak lebih jauh. Dengan kondisi pengujian terbaru, air baku di sekitar intake masih memenuhi ketentuan dan pelayanan kepada pelanggan tetap dapat berlangsung. (ADV/ProkopimKutim/UB)