Perkuat Program Stunting, Singa Gembara Bidik Juara Desa Berkinerja Baik ​

Penguatan peran kader posyandu dan masyarakat mengantarkan Desa Singa Gembara menjadi wakil Kutai Timur dalam penilaian Desa Berkinerja Baik P3S 2026.
24 Agustus 2026
387 dilihat
1 min read

SANGATTA — Upaya menekan stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga pada keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat. Pendekatan tersebut terus diperkuat Desa Singa Gembara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), melalui berbagai langkah yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Penguatan program dilakukan dengan melibatkan kader posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan upaya pencegahan berjalan secara berkelanjutan dan mampu menjangkau kebutuhan warga secara tepat.

Berbagai pelaksanaan program tersebut kemudian mengantarkan Desa Singa Gembara menjadi salah satu perwakilan Kutim dalam penilaian Desa Berkinerja Baik untuk pencegahan dan penurunan stunting tahun 2026.

Momentum penilaian berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (24/8/2026), dari Ruang Rapat Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kutim. Dalam agenda tersebut, Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, menyampaikan paparan mengenai capaian serta penerapan program di wilayahnya.

BACA JUGA  Pemerintah Kutim Tingkatkan Target Integrasi Data Daerah Tahun 2026

Materi yang disampaikan menggambarkan komitmen dalam memperkuat intervensi stunting, termasuk mengoptimalkan peran kader posyandu dan mendorong partisipasi masyarakat. Paparan itu sekaligus menjadi bagian dari proses evaluasi untuk melihat kinerja serta keseriusan pemangku kepentingan dalam menangani stunting secara berkelanjutan.

Bagi Singa Gembara, penilaian tersebut bukan sekadar agenda evaluasi. Targetnya adalah hasil terbaik, termasuk peluang meraih peringkat pertama agar dapat melangkah sebagai wakil Kalimantan Timur pada penilaian tingkat nasional.

Di sisi lain, Pemkab Kutim terus mendorong kolaborasi lintas sektor hingga pemerintahan desa. Sinergi tersebut diharapkan mempercepat penurunan stunting secara efektif, tepat sasaran, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta derajat kesehatan masyarakat.

BACA JUGA  Pemkab Kutim Matangkan RSUD Wahau, Target Operasi 2029

Keikutsertaan Singa Gembara pun menjadi bagian dari komitmen Kutim untuk memperluas dampak program dan mewujudkan kesejahteraan sosial yang lebih merata di daerah. (ADV/ProkopimKutim/UB)