Akselerasi Elektrifikasi Jadi Prioritas Pemerintah Kutim untuk Pemerataan Pembangunan

10 November 2025
445 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk secara agresif meningkatkan rasio elektrifikasi dengan fokus utama pada perluasan jangkauan ke wilayah-wilayah terpencil dan tertinggal yang belum menikmati akses listrik. Program elektrifikasi massif ini diposisikan sebagai bagian integral dari kebijakan pembangunan dasar yang berkelanjutan, bertujuan mendorong pemerataan infrastruktur dan mengurangi kesenjangan.

Syaiful Bakhri, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, menyatakan bahwa upaya pengadaan dan distribusi listrik ini akan terus digenjot dan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Menurut penilaiannya, listrik di era modern ini telah menjadi prasyarat fundamental bagi seluruh aktivitas ekonomi produktif, pendidikan berkualitas, serta interaksi sosial masyarakat.

“Kita akan mengenjot masalah listrik terutama menjangkau daerah-daerah yang belum dapat terjangkau,” tegas Syaiful Bakhri kepada awak media.

Pernyataan ini menegaskan arah kebijakan yang jelas dan target penerima manfaat yang spesifik, yaitu daerah-daerah yang secara geografis dan teknis paling sulit dijangkau. Program elektrifikasi ini telah berjalan secara konsisten selama beberapa tahun terakhir dengan capaian yang cukup signifikan.

BACA JUGA  Ketahanan Pangan di Kutim Terganjal Lahan Tidur, DPRD Minta Statusnya Dibenahi

“Itu jalan sudah beberapa tahun ini sudah jalan bahkan tahun ini beberapa tahun kemarin daerah-daerah pesisir itu sudah banyak teraliri listrik,” tambahnya.

Pernyataan lanjutan ini memberikan bukti konkret atas kesuksesan yang telah diraih, sekaligus menjadi dasar optimisme untuk tahap selanjutnya. Keberhasilan yang telah dicapai, sebagaimana ditunjukkan oleh pengaliran listrik ke sejumlah daerah pesisir yang sebelumnya gelap gulita, menjadi bukti nyata dan pijakan yang kokoh untuk memperluas dan mempercepat jangkauan program ke daerah-daerah tertinggal lainnya di pedalaman dan perbatasan.

Kehadiran listrik di wilayah pesisir telah membawa dampak positif dan transformatif yang langsung dirasakan masyarakat, mulai dari peningkatan produktivitas dan pendapatan nelayan dengan adanya pendingin ikan, tumbuhnya berbagai usaha mikro dan rumah tangga, meningkatnya kualitas belajar anak di malam hari, hingga membaiknya kualitas hidup dan kesehatan warga dengan tergantikannya lampu minyak yang berbahaya.

BACA JUGA  Serapan Anggaran Kutim Didominasi Gaji Pegawai, Proyek Infrastruktur Masih Terseok

Target utama dari seluruh upaya akselerasi elektrifikasi ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, inklusif, dan berkeadilan. Syaiful menegaskan kembali bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan adalah jalan utama dan kunci strategis untuk membuka isolasi daerah, memutus rantai ketertinggalan, serta memacu kemajuan dan kemandirian ekonomi daerah.

Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar akan energi listrik, diharapkan tidak ada satupun warga Kutai Timur yang tertinggal dalam menikmati hasil-hasil pembangunan, dan semua dapat berkontribusi secara aktif dalam memajukan daerah menuju masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing. (ADV)

Jangan Lewatkan