BPJS Ketenagakerjaan Sebagai Bantalan Sosial Strategis Hadapi Tantangan Pasar Kerja di Kutim

10 November 2025
467 dilihat
1 min read

SANGATTA – Isu ketenagakerjaan yang ditandai dengan tingginya jumlah warga yang belum memperoleh pekerjaan layak dan stabil terus menjadi fokus perhatian pemerintah daerah. Kondisi pasar kerja yang belum optimal ini mendorong perlunya penguatan dan perluasan cakupan program-program perlindungan sosial, salah satunya melalui keikutsertaan yang lebih massif dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Syaiful Bakhri, secara khusus menyoroti persoalan krusial ini. Menurut analisisnya, program jaminan sosial ketenagakerjaan memegang peranan yang semakin krusial dalam memberikan rasa aman dan perlindungan dasar, khususnya bagi para pencari kerja yang masih menganggur dan pekerja yang rentan di sektor informal.

“Salah satu fokus kita sekarang ini BPJS Ketenagakerjaan ini kan banyak warga kita yang belum mendapatkan pekerjaan yang layak,” ujar Syaiful Bakhri dalam sebuah pernyataannya.

BACA JUGA  Tekan Angka Pengangguran, Distransnaker Kutim Inisiasi Job Fair Selama Dua Hari

Pernyataan ini menyiratkan keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi riil di masyarakat, di mana banyak tenaga kerja yang belum mampu memperoleh pekerjaan dengan income yang memadai dan jaminan sosial yang lengkap. Dalam perspektif jangka pendek dan menengah, program ini dapat berfungsi sebagai bantalan sosial (social buffer) yang efektif bagi mereka yang sedang berada dalam masa transisi mencari pekerjaan.

“Makanya pentingnya program BPJS Ketenagakerjaan itu sementara,” tambahnya.

Penegasan kata “sementara” ini menunjukkan bahwa program ini adalah solusi darurat, bukan solusi permanen. Namun, ia juga mengingatkan dengan tegas bahwa keikutsertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan bukanlah solusi final atau jawaban menyeluruh atas masalah ketenagakerjaan yang kompleks. Langkah perlindungan sosial ini harus diiringi dan didukung oleh upaya struktural dan komprehensif dari pemerintah daerah maupun pusat untuk secara nyata menciptakan lapangan kerja yang luas, berkualitas, dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Ekonomi Kerakyatan di Kutim Digeber, DPRD Dorong Perkebunan Berbasis Masyarakat

Berbagai kebijakan strategis yang langsung menyentuh akar permasalahan, seperti kebijakan penyerapan tenaga kerja pada proyek-proyek strategis daerah, program pelatihan vokasi dan peningkatan keterampilan yang link and match dengan kebutuhan industri, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi investasi dan pertumbuhan wirausaha baru, harus terus digenjot dan diintensifkan pelaksanaannya.

Dengan menciptakan sinergi yang kuat antara penyediaan perlindungan sosial sebagai strategi jangka pendek dan implementasi strategi penciptaan lapangan kerja yang sehat sebagai tujuan jangka panjang, diharapkan permasalahan ketenagakerjaan yang multidimensi ini dapat diatasi secara lebih sistematis, holistik, dan berkelanjutan. Pendekatan ganda ini pada akhirnya akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, pengurangan angka pengangguran, serta penguatan ketahanan sosial keluarga di Kabupaten Kutai Timur. (ADV)

Jangan Lewatkan