PDAM Kutim Fokus Perkuat Infrastruktur Dasar Sebelum Berkontribusi ke PAD

15 November 2025
427 dilihat
1 min read

SANGATTA – Menyikapi target untuk segera menjadi kontributor Pendapatan Asli Daerah (PAD), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kutai Timur justru memusatkan seluruh perhatian dan sumber dayanya pada peningkatan kapasitas produksi dan perbaikan mendasar terhadap layanan kepada masyarakat. Fase konsolidasi ini dinilai sebagai fondasi utama dan prasyarat yang tidak bisa diabaikan sebelum perusahaan dapat mengembangkan perannya lebih jauh, termasuk dalam kontribusi finansial langsung ke kas daerah.

Anggota DPRD Kutim, Yusri Yusuf, menjelaskan realitas di lapangan yang menjadi prioritas utama PDAM saat ini. Penjelasannya memberikan konteks yang penting terhadap ekspektasi kontribusi PAD yang telah dicanangkan.

“Saat ini masih proses produksi masih fokus pelayanan masih fokus infrastrukturnya jadi kebutuhannya masih kita suplai terus untuk bantuan-bantuan itu pipa ataupun pompa,” jelas Yusri Yusuf.

Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa kondisi infrastruktur air minum yang menjadi tulang punggung layanan PDAM masih memerlukan perhatian dan investasi yang serius. Ketergantungan pada bantuan peralatan, seperti pipa untuk perluasan jaringan dan pompa untuk meningkatkan tekanan dan kapasitas distribusi, menunjukkan bahwa upaya modernisasi, rehabilitasi, dan ekspansi jaringan memerlukan suntikan modal yang tidak sedikit dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Warga Teluk Pandan Geram, Perusahaan Tambang Diduga 'Pilih Kasih' Rekrut Tenaga Kerja

Fase konsolidasi dan pembenahan infrastruktur ini merupakan langkah yang krusial dan tepat secara strategis. Dengan memperkuat infrastruktur dan layanan inti terlebih dahulu, PDAM sebenarnya sedang membangun dasar yang kokoh untuk meningkatkan kepercayaan publik, kepuasan pelanggan, dan efisiensi operasionalnya dalam jangka menengah dan panjang.

Layanan yang andal dan merata akan mendorong pertumbuhan jumlah pelanggan baru, mengurangi tunggakan, dan menekan kebocoran pendapatan, yang pada akhirnya akan menciptakan kesehatan finansial yang organik dan berkelanjutan bagi perusahaan di masa mendatang. Oleh karena itu, ekspektasi agar PDAM dapat segera menyumbang PAD perlu dilihat dan dikelola dalam konteks yang realistis dan tidak terburu-buru.

Lonjakan kinerja finansial yang stabil hanya dapat dicapai setelah masalah-masalah infrastruktural fundamental yang selama ini menjadi hambatan teratasi secara tuntas. Proses produksi yang stabil, jaringan distribusi yang luas, minim kebocoran, dan efisien adalah prasyarat mutlak sebelum sebuah PDAM dapat benar-benar mencetak laba yang signifikan dan konsisten untuk disetor ke kas daerah.

BACA JUGA  Pengawasan Komprehensif DPRD Kutim Pacu Realisasi APBD-P untuk Akselerasi Pembangunan

Ke depan, setelah fondasi layanan dan infrastruktur ini kuat dan kokoh, barulah PDAM dapat mulai berekspansi, mengoptimalkan pendapatannya melalui diversifikasi layanan, dan menyesuaikan tarif secara lebih sehat berdasarkan perhitungan bisnis yang rasional. Dengan demikian, komitmen untuk memperbaiki layanan dan infrastruktur saat ini merupakan investasi jangka panjang yang cerdas untuk menciptakan PDAM yang benar-benar mandiri, andal, dan pada waktunya mampu berkontribusi maksimal bagi daerah. (ADV)

Jangan Lewatkan