Zainal Abidin, Menyatukan Ketegasan dan Kedekatan di Kutai Timur

18 Agustus 2026
363 dilihat
1 min read

SANGATTA – Bagi Letkol Czi Zainal Abidin, keberhasilan seorang prajurit tidak berhenti pada selesainya tugas. Ada hubungan yang tetap diharapkan terjaga setelah seragam, jabatan, dan tempat penugasan berganti. Ia menganggap penerimaan yang hangat dari orang-orang di tempat lama sebagai kebahagiaan tertinggi dalam perjalanan seorang prajurit.

Pandangan tersebut menjadi warna dalam kepemimpinannya setelah dipercaya memimpin Kodim 0909/KTM. Zainal ingin membangun hubungan yang tidak semata-mata bertumpu pada garis komando. Ia berharap kedekatan dan suasana kekeluargaan tetap tumbuh tanpa mengurangi disiplin.

Namun, pendekatan humanis itu berjalan berdampingan dengan ketegasan. Gaya bicara Zainal yang terkadang keras merupakan buah pengalaman panjang, bukan luapan persoalan pribadi. Ia menilai sikap tegas diperlukan agar setiap pekerjaan tetap berada pada sasaran kedinasan.

BACA JUGA  Sekolah di Kutim Siapkan Seleksi Penerima Beasiswa Stimulan 2026

Jauh sebelum resmi memegang tongkat komando, perwira kelahiran Bojonegoro itu telah berkeliling ke 18 kecamatan di Kutim. Babinsa menjadi salah satu pihak yang ingin ia dengarkan langsung.

Perjalanan tersebut menjadi penting mengingat Kutim memiliki wilayah sekitar 35.000 kilometer persegi. Kondisi geografis yang luas membuat pemimpin dituntut memahami persoalan hingga ke tingkat lapangan.

Pengalaman turut menjadi modal Zainal membaca situasi. Alumni Akademi Militer 2006 itu pernah menghabiskan sembilan tahun masa dinas di Ambon dan kemudian mendapat pengalaman sebagai Danyon di Bali.

Di luar urusan tugas, perhatian Zainal juga tertuju pada keluarga prajurit. Ia mengingatkan jajaran Persit agar menjaga keharmonisan rumah tangga karena dukungan keluarga menjadi kekuatan bagi prajurit dalam menjalankan pengabdian.

BACA JUGA  Pemkab Kutim Naikkan Pangkat 223 PNS, ASN Diingatkan Jaga Profesionalisme

Kini, latar belakang korps Zeni menjadi bekal lain untuk menghadapi tantangan Kutim. Ia siap mengawal program strategis daerah, melanjutkan pekerjaan pejabat sebelumnya, serta mendukung pembangunan Makodim baru.

Dengan pengalaman, ketegasan, dan pendekatan kekeluargaan tersebut, Zainal memilih memulai masa tugasnya bukan dari balik meja. Ia ingin mendengar lebih dahulu, memahami kondisi, kemudian bergerak membawa Kodim 0909/KTM menuju kerja yang lebih progresif. (ADV/ProkopimKutim/UB)