Beasiswa Pemkab Kutim dan Unmul Disiapkan untuk Tambah Dokter hingga Apoteker

15 Agustus 2026
360 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggandeng Universitas Mulawarman (Unmul) untuk menyiapkan tenaga kesehatan yang dibutuhkan daerah. Tahun ini, sembilan putra-putri Kutim mendapat beasiswa pendidikan bidang kesehatan dengan kewajiban kembali mengabdi setelah menyelesaikan studi.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan penerima beasiswa terdiri atas dua mahasiswa pendidikan dokter umum, dua dokter gigi, dua dokter spesialis, serta tiga mahasiswa Farmasi dan profesi apoteker.

Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan Kutai Timur. Karena itu, pemerintah menerapkan mekanisme seleksi berdasarkan skala prioritas dan penilaian yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Khusus peserta pendidikan dokter spesialis, penerima beasiswa harus berstatus Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Kutim. Persyaratan itu bertujuan memastikan dokter yang telah menyelesaikan pendidikan dapat kembali mengisi kebutuhan layanan kesehatan daerah.

BACA JUGA  Bengalon Mulai Siapkan Generasi untuk Hadapi Tantangan Bonus Demografi

Kewajiban mengabdi juga berlaku bagi penerima beasiswa pada jenjang pendidikan lainnya. Sebelum biaya pendidikan diberikan, peserta harus menandatangani perjanjian bermaterai yang memuat kesanggupan untuk kembali dan bekerja di Kutai Timur setelah lulus.

Pemkab Kutim juga menerapkan mekanisme penahanan ijazah setelah peserta menyelesaikan pendidikan. Dokumen tersebut dikelola melalui Dinas Kesehatan sebagai bagian dari pengikatan agar penerima beasiswa memenuhi kewajiban pengabdiannya.

Yuwana mengatakan skema tersebut diperlukan agar investasi pemerintah di bidang pendidikan tidak berujung pada kekurangan tenaga kesehatan baru. Para penerima diharapkan dapat langsung memperkuat pelayanan kesehatan setelah menyelesaikan pendidikan.

Kerja sama dengan Unmul menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah membangun ketersediaan tenaga medis secara berkelanjutan. Dengan menyiapkan tenaga kesehatan dari putra-putri daerah melalui beasiswa dan ikatan pengabdian, Pemkab Kutim berharap kebutuhan dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan tenaga farmasi dapat dipenuhi secara bertahap. (ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Paskibraka Kutim Mantap Jelang HUT ke-81 RI, Sejumlah Detail Masih Dievaluasi