Tak Perlu Tunggu Gejala, Perempuan Kutim Didorong Rutin Periksa

12 Agustus 2026
369 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pemeriksaan kesehatan reproduksi tidak seharusnya hanya dilakukan ketika tubuh mulai menunjukkan keluhan. Screening secara berkala menjadi bagian penting dari upaya menemukan masalah kesehatan lebih awal, termasuk mendeteksi risiko kanker serviks.

Pesan tersebut disampaikan dr. Sandri saat menjelaskan pentingnya pemeriksaan kepada peserta. Ia menyebut screening ulang dianjurkan setiap satu tahun, baik perempuan mengalami gejala maupun berada dalam kondisi tanpa keluhan.

Pembahasan itu juga menyentuh pemahaman yang masih keliru di masyarakat. Perempuan yang telah menjalani sterilisasi, misalnya, tetap perlu melakukan pap smear karena sterilisasi dan pemeriksaan tersebut memiliki tujuan yang berbeda.

Edukasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan perempuan berlangsung dalam kegiatan DWP Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim). Peserta aktif mengajukan pertanyaan tentang siklus haid, pap smear serta penggunaan alat kontrasepsi.

BACA JUGA  RSUD Muara Wahau, Upaya Pemkab Kutim Perluas Akses Layanan Kesehatan

Salah seorang peserta menilai forum tersebut memberi kesempatan untuk membicarakan persoalan reproduksi yang selama ini masih dianggap tabu. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat mendorong peserta lebih peduli terhadap kondisi kesehatan masing-masing.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinkes Kutim, itu turut diisi pemeriksaan IVA dan diikuti ibu-ibu DWP se-PD Kabupaten Kutim. Program tersebut secara khusus diarahkan kepada kalangan DWP SKPD.

Ketua DWP Dinkes Kutim, Nasra Ahzan Zainuddin, menjelaskan bahwa selama ini pemeriksaan kesehatan reproduksi lebih banyak menyasar masyarakat umum. Karena itu, kegiatan tersebut menjadi upaya menjangkau perempuan di lingkungan DWP.

Menurut Nasra, rasa takut terhadap proses pemeriksaan masih menjadi salah satu kendala. Penjelasan dari tenaga kesehatan diharapkan dapat membuka wawasan peserta sehingga keberanian untuk melakukan screening tumbuh.

BACA JUGA  Hortikultura, Jalan Baru Petani Teluk Pandan Tingkatkan Pendapatan

Nasra juga mengingatkan pentingnya kesehatan perempuan bagi keluarga. Ia berharap semakin banyak perempuan bersedia melakukan pemeriksaan sejak dini sehingga potensi gangguan dapat diketahui lebih cepat. (ADV/ProkopimKutim/UB)