RSUD Muara Wahau, Upaya Pemkab Kutim Perluas Akses Layanan Kesehatan

23 Juli 2026
466 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mematangkan rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Wahau sebagai bagian dari upaya memperluas pemerataan layanan kesehatan. Pada 2026, proyek tersebut memasuki tahap penyusunan studi kelayakan (Feasibility Study/FS) yang dikerjakan bersama Universitas Mulawarman (Unmul).

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan pembangunan rumah sakit di Muara Wahau merupakan agenda yang telah dirancang sejak 2011. Kini, rencana tersebut mulai memasuki tahapan teknis sebagai dasar sebelum pembangunan fisik dilakukan.

Menurut Ardiansyah, keberadaan RSUD Muara Wahau dibutuhkan sebagai rumah sakit penyangga bagi masyarakat di wilayah yang berjarak jauh dari RSUD Kudungga Sangatta. Kondisi geografis Kutim yang luas menjadi alasan utama pemerintah menghadirkan fasilitas kesehatan lebih dekat dengan masyarakat.

BACA JUGA  Pemeriksaan Terinci LKPD 2025 Kutai Timur oleh BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur

Ia menjelaskan, Pemkab sebelumnya telah membangun RSUD Sangkulirang dan RSUD Muara Bengkal. Selanjutnya, pembangunan difokuskan di Muara Wahau yang dinilai berkembang pesat sebagai kawasan industri perkebunan sekaligus wilayah strategis di bagian utara Kutim.

Selain melayani warga Muara Wahau dan Kombeng, rumah sakit tersebut juga diproyeksikan memberi manfaat bagi masyarakat Kabupaten Berau yang berbatasan langsung dengan kawasan tersebut. Lokasinya yang berada di jalur masuk menuju Kutim dinilai semakin memperkuat urgensi pembangunan fasilitas kesehatan rujukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, menyebut penyusunan FS menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh aspek pembangunan memenuhi syarat. Kajian dilakukan bersama tim Unmul yang akan menilai kondisi lokasi, perizinan, hingga ketersediaan sumber daya pendukung.

BACA JUGA  Hadapi Tekanan Fiskal, Kutim Siapkan Ekonomi Alternatif di Luar Tambang

Perwakilan Unmul, Ratno Adrianto, mengatakan survei lapangan dilakukan guna memperoleh gambaran riil mengenai kelayakan pembangunan rumah sakit. Hasil studi itu diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan agar pembangunan RSUD Muara Wahau mampu meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pedalaman dan kawasan perbatasan. (ADV/ProkopimKutim/UB)