Sosialisasi Budaya Sadar Bencana Sejak Dini oleh Damkarmat Kutim

4 Agustus 2026
1 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pengenalan mitigasi bencana penting dimulai sejak usia dini agar anak memiliki pemahaman dasar mengenai keselamatan diri ketika menghadapi situasi darurat. Hal ini membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengadakan kegiatan edukasi bagi 370 siswa dari TK Negeri Pembina Kutim dan Kelompok Bermain (KB) Intan Permata di Kantor Damkarmat Kutim.

Kegiatan “Siaga Api, Aku Anak Hebat, Berani dan Waspada” ini dibuka oleh Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, yang menekankan bahwa pendidikan mengenai kebencanaan tidak hanya bertujuan mengajari anak agar dapat menjaga keselamatan, tetapi juga membentuk karakter anak agar lebih berani, peduli, dan mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

BACA JUGA  Nasib Bankeu Provinsi Dipertanyakan, DPRD Kaltim Khawatir Aspirasi Warga Terhambat

Selama kegiatan berlangsung, para peserta diperkenalkan dengan berbagai kendaraan operasional serta peralatan yang digunakan petugas pemadam kebakaran. Para petugas Damkarmat memberikan simulasi sederhana mengenai cara menghadapi kebakaran dan prosedur evakuasi yang aman. Metode pembelajaran di luar kelas tersebut dirancang agar materi keselamatan lebih mudah dipahami oleh anak-anak.

Kepala Dinas Damkarmat Kutim, Failu, mengatakan edukasi kepada kelompok usia dini merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar keselamatan di masyarakat. Pemahaman mengenai tindakan dasar saat terjadi kebakaran diharapkan dapat tertanam sejak dini sehingga anak-anak lebih siap menghadapi keadaan darurat.

Selain menjalankan fungsi edukasi, Damkarmat Kutim juga terus memperkuat kesiapsiagaan layanan melalui peningkatan standar pos pemadam kebakaran di tingkat kecamatan. Penguatan sarana dan prasarana dilakukan untuk mendukung kecepatan respons terhadap kebakaran maupun operasi penyelamatan lainnya. 

BACA JUGA  Edukasi Keluarga Jadi Senjata Utama Cegah Stunting di Kutim

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat sekaligus mengenal lebih dekat profesi petugas pemadam kebakaran sebagai bagian dari layanan keselamatan masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/UB)