SANGATTA – Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman memberikan sambutan dalam acara Talkshow “Sekolah Seru Mimpiku Melaju #AmandiSekolah” sebagai bentuk peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42.
“Perlindungan anak harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Kita ingin anak-anak Kutai Timur tumbuh di lingkungan yang sehat, bebas dari ancaman asap rokok, baik di dalam rumah maupun di fasilitas umum. Ini bentuk komitmen kita dalam menjaga ketahanan fisik dan kualitas hidup mereka sejak dini,” kata Bupati Ardiansyah dalam sambutannya.
Komitmen ini dicapai melalui rencana Pemkab Kutim dalam pembangunan Taman Terbuka Hijau (RTH) ramah anak dan keluarga yang bebas asap rokok dan polusi di setiap kecamatan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim Idham Chalid menegaskan bahwa kampanye ketahanan keluarga dan kesehatan anak akan dilaksanakan melalui kerja sama antara pemerintah dan organisasi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Pusat Seto Mulyadi atau Kak Seto bersama Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak (SRA) Baharuddin meninjau ketahanan keluarga melalui perspektif psikologis.
Sisi ketahanan keluarga dari perspektif psikologis diulas secara tajam oleh Ketua Umum LPAI Pusat, Seto Mulyadi biasa dipanggi Kak Seto, serta Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak (SRA), Baharuddin.
Kak Seto mengingatkan, anak-anak tidak bisa tumbuh optimal dalam suasana kekerasan atau kepungan asap rokok. Selain itu, mendidik anak butuh kehangatan dan rasa aman yang memprioritaskan kesehatan mental dan emosional anak. Pola asuh dengan kekerasan dan tekanan psikologis dapat mengancam masa depan anak.
Sementara itu, Bupati Ardiansyah dan Bunda PAUD Hj. Siti Robiah ditetapkan sebagai Duta Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak). Hal ini mendorong para keluarga di Kutim untuk menerapkan pola asuh dengan penuh kehangatan dan kasih sayang, baik secara fisik maupun emosional. (ADV/ProkopimKutim/UB)
