SANGATTA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kecamatan Sangatta Utara menjadi momentum untuk menguatkan komitmen menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Dalam kegiatan yang digelar Gabungan Taman Kanak-kanak Indonesia (GTKI) Sangatta Utara, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengingatkan pentingnya menghindari segala bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan verbal.
Acara bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” tersebut dipusatkan di Halaman Kantor Camat Sangatta Utara. Hadir mendampingi Bupati, Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Kepala Disdikbud Kutim Mulyono, Camat Sangatta Utara sekaligus Bunda PAUD Kecamatan Hasdiah, unsur Polsek dan Koramil Sangatta Utara, manajemen PT KPC, para guru TK, serta ratusan orang tua.
Ardiansyah mengapresiasi GTKI Sangatta Utara yang terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan anak usia dini. Menurutnya, anak merupakan investasi masa depan daerah sekaligus bagian penting dari implementasi program wajib belajar 13 tahun.
“Anak-anak harus mendapatkan kasih sayang, perlindungan, pendidikan, dan lingkungan yang baik agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang cerah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua maupun tenaga pendidik agar tidak membentak anak. Lingkungan yang penuh kasih, menurutnya, sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental serta perkembangan kognitif anak.
Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah mengajak seluruh masyarakat terus menjaga hak-hak anak melalui pola asuh yang penuh perhatian. Sementara itu, Hasdiah menilai HAN menjadi pengingat bahwa perlindungan dan pendidikan berkualitas harus diberikan sejak usia dini.
Peringatan HAN 2026 ditutup dengan berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif, mulai dari senam bersama, gerakan minum susu, hingga makan olahan ikan bergizi yang melibatkan anak-anak, guru, dan orang tua. (ADV/ProkopimKutim/UB)
