NKBKT Kutim Gelar Doa Bersama Sambut HUT ke-81 RI dan Maulid Nabi

16 Agustus 2026
459 dilihat
1 min read

SANGATTA – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kutai Timur (Kutim) diwarnai kegiatan keagamaan yang digelar Naungan Keluarga Banjar Kutim (NKBKT). Warga Banjar bersama sejumlah pejabat daerah menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW, doa bersama, dan haul jama’ untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan.

Kegiatan berlangsung di Sekretariat NKBKT, Jalan AW Syahranie, Sangatta Utara, Minggu malam (16/8/2026). Puluhan jamaah mengikuti rangkaian acara yang diawali pembacaan shalawat.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi hadir dalam kegiatan tersebut. Mahyunadi yang juga menjadi Pembina NKBKT turut didampingi unsur Forkopimda, perwakilan PT Kaltim Prima Coal (KPC), tokoh masyarakat, serta Guru Abdurrahman Al Hafidz, pengasuh Pondok Pesantren Darul Mustofa.

BACA JUGA  Perluasan SIAPTAH Percepat Digitalisasi Administrasi Pertanahan

Mahyunadi mengapresiasi kekompakan warga Banjar yang dinilainya tetap terjaga dalam berbagai kegiatan. Ia menyebut solidaritas tersebut menjadi kekuatan penting bagi keberadaan paguyuban Banjar di Kutim.

“Ulun menyampaikan terima kasih dan rasa bangga sebesar-besarnya. Sampai saat ini, kerukunan naungan keluarga Banjar kita paling rakat dan paling akrab se-Kutai Timur,” kata Mahyunadi.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi membawa keberkahan bagi masyarakat, termasuk kesehatan, keselamatan, dan kebahagiaan.

Ardiansyah juga mengapresiasi konsep kegiatan yang menggabungkan rasa syukur atas kemerdekaan dengan doa bagi para pahlawan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan generasi terdahulu.

“Alhamdulillah, NKBKT malam hari ini mengawali sekaligus menggelar doa bersama atau haul jama’ yang dikaitkan dengan kenangan atas jasa para pejuang Republik Indonesia,” ujar Ardiansyah.

BACA JUGA  Menyatukan Angka, Menguatkan Data Pembangunan Kutai Timur 

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah berharap Kutim ke depan memiliki Islamic Center yang representatif untuk melengkapi Masjid Agung Al-Faruq.

Acara dilanjutkan tausiyah dan ceramah Maulid Nabi oleh Guru Abdurrahman, kemudian ditutup doa bersama untuk keselamatan bangsa dan para pahlawan. (ADV/ProkopimKutim/UB)