Festival UFAH 2026 Buka Peluang Usaha, Dagangan Bu Long Tembus Rp5 Juta Sehari

9 Agustus 2026
390 dilihat
1 min read

KOMBENG – Keramaian Festival UFAH 2026 membawa peluang baru bagi pelaku usaha lokal. Bu Long, salah satu tenan di Taman Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, Kutai Timur, memanfaatkan tingginya kunjungan warga untuk menjual pakaian adat Dayak, aksesori, dan berbagai kerajinan tangan.

Menurut Bu Long, suasana festival membuat jumlah pembeli jauh lebih banyak dibandingkan ketika ia berjualan dari rumah. Jika pada hari biasa omzetnya berada di kisaran Rp1 juta atau lebih, saat festival pendapatannya dapat meningkat menjadi Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari. Dalam kondisi paling ramai, omzetnya bahkan mencapai Rp5 juta.

Barang yang dibawanya ke festival antara lain baju Dayak Cawas, topi, kalung, parang baru, rumpi-rumpi, anjat, serta berbagai model tas. Sejumlah tas juga berisi pakaian yang ditawarkan kepada pengunjung.

BACA JUGA  Pemkab Kutim Dukung Investasi PT BEP

Ia mengikuti festival sebagai tenan untuk sekaligus memeriahkan kegiatan dan memanfaatkan kesempatan ekonomi yang muncul dari meningkatnya mobilitas masyarakat. Para pedagang dikenai pungutan, tetapi menurut Bu Long nilainya tidak terlalu besar.

Bu Long memastikan tetap berjualan hingga seluruh rangkaian Festival UFAH 2026 selesai. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari sejak Minggu, 9 Agustus 2026. Setelah hari pertama, lokasi para tenan akan dipindahkan ke area bawah kolong Lamin Aruq.

Bagi pelaku usaha, festival bukan hanya tempat mencari keuntungan. Keramaian pengunjung juga membuka kesempatan memperkenalkan produk yang mengandung identitas budaya Dayak. Dengan demikian, kegiatan budaya sekaligus menjadi ruang perdagangan bagi masyarakat lokal.

Festival UFAH memperlihatkan bahwa perayaan budaya dapat memberi dampak ekonomi secara langsung. Di tengah pertunjukan dan tradisi, lapak warga menjadi etalase produk lokal yang berpotensi menjangkau pembeli lebih luas. (ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Enam Anggota Baru BPD Rantau Pulung Mulai Hadapi Tugas di Desa ​