SANGATTA – Sebanyak 382 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Kutai Timur (Kutim) mulai menempuh pendidikan tinggi pada semester ini. Kehadiran ratusan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi di daerah tanpa mengharuskan masyarakat meninggalkan pekerjaan maupun tempat tinggal.
Pembukaan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi awal bagi mahasiswa mengenal sistem pembelajaran UT sekaligus mempersiapkan diri mengikuti perkuliahan berbasis jarak jauh.
Direktur UT Kalimantan Timur yang diwakili Rahmatiyah mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kutim terhadap keberadaan Layanan Pendukung Keterampilan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ). Menurutnya, dukungan pemerintah daerah turut menjaga keberlangsungan layanan pendidikan UT sehingga semakin mudah dijangkau masyarakat.
Ia mengatakan pola pendidikan terbuka memberikan kesempatan bagi kelompok yang memiliki keterbatasan waktu untuk tetap memperoleh pendidikan tinggi. Aparatur pemerintah, guru, maupun masyarakat umum dapat meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau berpindah domisili.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menilai akses pendidikan tinggi perlu terus diperluas karena pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan infrastruktur. Pemerintah juga membutuhkan masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kompetensi untuk mengelola berbagai potensi daerah.
Mahyunadi mengingatkan mahasiswa bahwa fleksibilitas pembelajaran UT tetap menuntut tanggung jawab personal. Sistem pembelajaran jarak jauh membutuhkan disiplin, kemampuan mengatur waktu, serta kecakapan menggunakan teknologi digital.
Ia berharap mahasiswa tidak sekadar mengejar gelar, tetapi menjadikan proses perkuliahan sebagai sarana meningkatkan kemampuan yang dapat diterapkan di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Bagi Pemkab Kutim, kolaborasi dengan UT merupakan salah satu upaya membuka jalur pendidikan yang lebih inklusif. Dengan semakin banyak warga mengakses pendidikan tinggi, pemerintah berharap kualitas tenaga kerja lokal ikut meningkat dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah yang terus berkembang. (ADV/ProkopimKutim/UB)
