Pemkab Kutim Dorong Nelayan Kecil melalui Penguatan Kapasitas

5 Agustus 2026
280 dilihat
1 min read

SANGATTA – Peningkatan kemampuan nelayan menjadi salah satu agenda Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. Pemerintah menilai potensi laut yang besar belum akan memberikan manfaat maksimal tanpa diikuti kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola usaha perikanan secara mandiri dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Pengembangan Kapasitas Nelayan Kecil yang digelar Dinas Perikanan Kutim di Hotel Royal Victoria, Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan diikuti nelayan dan pelaku usaha perikanan setempat serta dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan unsur Forkopimda.

Ardiansyah mengatakan sektor kelautan merupakan salah satu potensi yang perlu mendapat perhatian lebih besar. Selama ini perekonomian Kutim banyak ditopang pertambangan dan perkebunan, sementara sektor perikanan, pertanian, dan peternakan dinilai masih memiliki ruang pengembangan yang besar.

BACA JUGA  Satpol PP Kutim Intensifkan Pengawasan Lokasi Berisiko Penularan HIV/AIDS

Menurut dia, peningkatan kompetensi nelayan menjadi penting agar mereka dapat meningkatkan hasil tangkapan sekaligus mengelola usaha secara lebih profesional. Pemerintah daerah, kata Ardiansyah, akan terus memberikan pendampingan melalui program pemberdayaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan sarana dan prasarana.

Kepala Dinas Perikanan Kutim Yuliansyah menjelaskan kegiatan tersebut juga membahas penguatan manajemen usaha, kualitas hasil tangkapan, dan pemanfaatan sumber daya laut yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Nelayan didorong membentuk kelompok usaha yang lebih mandiri serta memanfaatkan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan mereka.

Dalam kegiatan itu, peserta aktif membahas berbagai persoalan yang dihadapi selama melaut, termasuk pengelolaan hasil tangkapan setelah tiba di darat. Diskusi tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran informasi antara pemerintah dan masyarakat pesisir.

BACA JUGA  Jejak Pencegahan Stunting Kutim: Dari Remaja hingga Generasi Mendatang

Pemkab Kutim melihat peningkatan kapasitas nelayan sebagai investasi jangka panjang. Ketika keterampilan, pengelolaan usaha, dan akses terhadap teknologi semakin baik, nelayan diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam penguatan ekonomi pesisir dan ketahanan pangan daerah. (ADV/ProkopimKutim/UB)