Forum Anak Kutim Suarakan Harapan melalui 8 Poin Aspirasi

26 Juli 2026
282 dilihat
1 min read

SANGATTA – Perwakilan Forum Anak Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Nona Anggun dan Randy Pieter Hutagalung, menyampaikan 8 Poin Suara Anak Kutim dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42 di Kutim. Peringatan ini dihadiri oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Pusat Seto Mulyadi, dan jajaran Forkopimda.

Pada poin pertama, isu pemerataan akses pendidikan dan transportasi diaspirasikan agar pemerintah menyediakan fasilitas yang layak, terutama bagi sekolah di wilayah pelosok dan pesisir.

Dalam poin kedua, pengawasan konten digital sekaligus ruang literasi digital perlu ditingkatkan agar anak dapat menggunakan internet secara aman.

Poin ketiga mengaspirasikan pembentukan satuan tugas untuk memberantas perundungan sekaligus meningkatkan mekanisme pengaduan di sekolah yang mengedepankan kerahasiaan.

BACA JUGA  Tak Perlu Tunggu Gejala, Perempuan Kutim Didorong Rutin Periksa

Dalam poin keempat, masyarakat diajak untuk menciptakan ruang tumbuh bagi anak yang bebas asap rokok, baik di tingkat keluarga maupun di ruang publik.

Poin kelima menekankan pentingnya fasilitas yang inklusif dan ramah disabilitas, khususnya sarana publik dan fasilitas sekolah.

Poin keenam mendorong pembentukan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekaligus taman bermain anak pada setiap kecamatan.

Poin ketujuh menolak pernikahan dini melalui edukasi kesehatan reproduksi serta pendampingan sebaya (peer educator).

Poin kedelapan mengharapkan diberikannya kesempatan bagi anak untuk berpartisipasi secara aktif dalam forum Musyawarah Planbang (Musrenbang) dalam berbagai tingkat mulai dari desa hingga kabupaten.

Merespons kedelapan poin ini, Bupati Ardiansyah mengapresiasi sekaligus menjadikannya masukan bagi pemerintah Kutim dalam penyusunan kebijakan. Poin-poin yang berasal dari suara anak-anak Kutim akan diintegrasikan ke program pemerintah daerah seperti Wajib Belajar 13 Tahun, bantuan sekolah gratis, hingga pembangunan RTH kecamatan

BACA JUGA  Polres Kutim Musnahkan 885,99 Gram Sabu, Nilainya Tembus Rp1,3 Miliar

Seto Mulyadi selaku Ketua Umum LPAI turut mengapresiasi sekaligus mendorong Forum Anak Kutim untuk terus menjadi agen perubahan dengan menyuarakan aspirasi sekaligus menjalankan fungsi sebagai Pelopor dan Pelapor (2P).

Penutupan acara dilakukan dengan menunjukkan terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui penyerahan berkas dokumen “Suara Anak Kutai Timur” dari Nona Anggun dan Randy Pieter Hutagalung kepada Bupati Ardiansyah. (ADV/ProkopimKutim/UB)