
SANGATTA – Perkembangan dan capaian pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Timur dinilai masih belum menunjukkan progress dan dampak yang signifikan meskipun berbagai program dan intervensi kebijakan telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir. Evaluasi mendesak diperlukan untuk mengidentifikasi titik-titik kegagalan dan merancang ulang strategi yang lebih progresif dan adaptif dengan perkembangan zaman.
Yusri Yusuf, salah seorang anggota DPRD Kutim, memberikan penilaian kritis dan jujur terhadap kondisi dan efektivitas program pengembangan yang ada saat ini. “Pengembangan ekonomi kreatif strategisnya belum signifikan sebab apa yang ada sesuai aja, karena pengembangan ekraf seperti sebelum-sebelumnya. Masih melayani UMKM,” ujarnya dalam sebuah diskusi terbatas.
Kritik konstruktif ini penting sebagai bahan introspeksi bagi semua pemangku kepentingan untuk melakukan lompatan strategis dan meninggalkan zona nyaman yang selama ini justru menghambat kemajuan. Pernyataan tersebut menyiratkan keprihatinan mendalam bahwa pendekatan pengembangan ekonomi kreatif masih terjebak dalam pola dan model yang berulang dari tahun ke tahun tanpa terobosan pemikiran dan aksi yang transformatif.
Fokus pengembangan yang hanya terbatas pada pelayanan dasar kepada UMKM, meski penting, dinilai belum cukup memadai untuk mendongkrak kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian daerah secara signifikan dan struktural. Perlu perluasan fokus kepada pengembangan industri kreatif yang memiliki nilai tambah tinggi dan daya saing global.
Diperlukan strategi yang tidak hanya sekadar melanjutkan program lama, tetapi mampu menciptakan lompatan-lompatan inovasi melalui pemanfaatan teknologi digital secara masif, pengembangan sumber daya manusia yang mumpuni dan futuristik, serta penciptaan iklim bisnis yang super kondusif. Pembangunan infrastruktur digital yang merata dan berkualitas menjadi prasyarat mutlak untuk mengakselerasi transformasi digital sektor kreatif lokal.
Beberapa langkah strategis yang dapat dipertimbangkan antara lain melakukan pemetaan potensi kreatif yang lebih komprehensif dan berbasis data, menyediakan infrastruktur pendukung yang memadai dan berkelas dunia, serta membangun ekosistem yang mendukung kolaborasi sinergis antara pelaku kreatif dengan industri besar, investor, dan pasar global.
Program akselerasi dan inkubasi bisnis kreatif perlu diperbanyak dan ditingkatkan kualitasnya untuk melahirkan wirausaha-wirausaha kreatif baru yang tangguh. Transformasi mendasar dalam pendekatan dan strategi pengembangan ekonomi kreatif menjadi sebuah keharusan jika ingin melihat sektor ini menjadi penopang perekonomian daerah yang tangguh, berdaya saing, dan berkelas.
Perlu adanya keberanian, visi yang jernih, dan komitmen kolektif untuk keluar dari cara-cara lama yang stagnan dan menerapkan strategi yang lebih progresif, inovatif, dan berorientasi pada masa depan. Momentum ini harus ditangkap dengan baik oleh semua pihak untuk bersama-sama membangun lompatan besar dalam pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan transformatif. (ADV)
