SANGATTA – Menjaga saluran air tetap bebas sampah menjadi salah satu perhatian dalam aksi Jumat Bersih yang berlangsung di Desa Persiapan Singa Karta, Sangatta Utara. Kegiatan lintas sektor itu digelar untuk mendorong warga membangun kebiasaan menjaga lingkungan sekaligus mengantisipasi ancaman genangan saat musim hujan.
Jumat Bersih melibatkan Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara, Desa Persiapan Singa Karta, serta Pokja 3 TP PKK Kutim. Kegiatan turut didukung Dinas Kesehatan, UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, unsur Forkopimcam, mahasiswa, dan pelajar.
Sejumlah perusahaan juga ikut dalam aksi tersebut. Hotel Royal Victoria, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Pama Persada Nusantara mendampingi warga membersihkan lingkungan di RT 15 dan RT 28 yang mencakup beberapa gang permukiman.
Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi menjelaskan program KJB telah menjadi agenda mingguan di wilayahnya. Selain desa dan kelurahan definitif, kegiatan kini menjangkau desa persiapan.
“Cakupan program ini kini juga diperluas ke tiga desa persiapan, yaitu Singa Karta, Sangatta Prima, dan Teluk Rawa,” ujar Hasdiah.
Ia menyebut kegiatan tersebut memiliki manfaat lain selain persoalan kebersihan. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi kesempatan bagi pemerintah melihat kondisi lapangan serta mendengar kebutuhan warga.
Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah meminta masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah.
“Pemerintah daerah, kecamatan, hingga tingkat desa tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan peran aktif masyarakat,” tegas Siti.
Ia juga mengingatkan warga memperhatikan kondisi parit dan badan jalan. Sampah yang menutup aliran air berpotensi memperbesar risiko banjir ketika curah hujan meningkat.
Kegiatan tersebut sekaligus bertepatan dengan satu tahun Desa Persiapan Singa Karta. Wilayah administrasinya mencakup sejumlah ruas jalan hingga kawasan pesisir Pantai Kenyamukan.
Melalui aksi gotong royong ini, pemerintah berharap kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti pada kegiatan Jumat Bersih, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari. (ADV/ProkopimKutim/UB)
