Permintaan Gula Aren Kandolo Meningkat, Kutim Perkuat Produksi hingga Pasar Global

18 Agustus 2026
346 dilihat
1 min read

SANGATTA — Permintaan terhadap Gula Aren Genjah Kandolo, Desa Kandolo, Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur (Kutim), terus terbuka hingga pasar luar daerah dan internasional. Salah satu permintaan bahkan disebut mencapai 20 ton. Namun, peluang tersebut belum sepenuhnya dapat dipenuhi karena kapasitas produksi masih terbatas.

Keterbatasan itu berkaitan dengan jumlah tenaga penyadap. Dalam kondisi produksi normal, seorang penyadap mampu menghasilkan sekitar 25 kilogram gula per hari. Tingginya kebutuhan pasar lokal dalam beberapa bulan terakhir bahkan membuat pelaku usaha kewalahan memenuhi permintaan.

Penguatan produksi juga harus dimulai dari hulu. Dinas Perkebunan Kutim mencatat 154 pohon induk terpilih pada 2022 sebagai sumber bibit, tetapi jumlahnya kini perlu ditambah. Koordinasi dengan pemulia tanaman Balit Palma Manado dan kementerian terkait disiapkan untuk mendukung penambahan pohon induk.

BACA JUGA  Operasi Antik Mahakam Ungkap Narkoba Menjangkau Beragam Kelompok di Kutim

“Walau bagaimanapun rencana kita hilirisasi, tapi kalau tidak ada bibit yang akan kita jadikan untuk bahan tanamnya, maka sia-sialah hilirisasi itu,” kata Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Perkebunan Kutim, Alamsyah Saragih.

Di bagian hilir, produk Aren Genjah Kandolo telah berkembang menjadi gula cetak, gula semut, gula cube, hingga gula cair atau juruh. Kebersihan alat dan rumah produksi juga terus diperhatikan untuk menjaga mutu produk.

Di tengah peluang tersebut, Pemkab Kutim mendorong perlindungan melalui Hak Indikasi Geografis (IG). Pembentukan MPIG Aren Genjah Kandolo yang beranggotakan sekitar 30 orang telah berjalan, sementara SK pembentukannya masih dalam proses paraf.

Kawasan pengajuan IG mencakup sekitar 53 hektare di Kandolo yang berada dalam APL. Tanaman Aren Genjah juga ditemukan di TNK sehingga diperlukan koordinasi dengan pengelola kawasan.

BACA JUGA  Menjangkau Anak Berisiko, Menguatkan Keluarga

Selain IG, pemerintah mendorong regenerasi tenaga kerja melalui pemuda tani. Penguatan pembibitan, produksi, kualitas, dan kelembagaan diharapkan membuat Aren Genjah Kandolo tidak hanya bertahan sebagai komoditas lokal, tetapi mampu berkembang menuju pasar regional hingga global. (ADV/ProkopimKutim/UB)

 

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.