Petani Eks Tambang Kutim Pacu Produksi Jagung

17 Agustus 2026
407 dilihat
1 min read

SANGATTA Target panen 30 ton jagung pipil menjadi sasaran baru petani yang mengelola kawasan eks tambang Pit J PT Kaltim Prima Coal (KPC), Kutai Timur (Kutim). Angka itu menjadi target panen tahap kedua setelah sebelumnya empat kelompok tani berhasil memproduksi 19 ton.

Ketua Poktan Bakutor, Saul Lebang, mengatakan capaian tersebut membuat petani semakin percaya diri menghadapi musim tanam berikutnya. Dukungan sarana pertanian dan pendampingan dinas diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil sekaligus mempercepat pekerjaan di lahan.

Tantangan utama kini berada pada efisiensi pengolahan dan penanaman. Untuk menjawab kebutuhan itu, Polda Kalimantan Timur menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) serta bantuan sosial kepada petani. Bantuan mencakup cultivator, alat tanam dorong atau planter manual, dan 50 paket sembako.

BACA JUGA  KPC Bangun Jalan Permanen Simpang Perdau-Tepian Langsat 

Alsintan tersebut langsung diarahkan untuk menggarap lahan siap tanam seluas 14,8 hektare dari total target pengembangan kawasan pertanian 19,8 hektare. Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Swarga Bara, Rudiana Jaya, menyebut alat baru akan mempercepat pola tanam bersama secara bergiliran atau koyok antar-kelompok.

Petani dari Desa Swarga Bara dan Desa Singa Gembara mengelola kawasan tersebut secara gotong royong. Pekan ini, kegiatan difokuskan pada pembersihan lahan dan penyemprotan herbisida untuk mengejar panen raya serentak pada September 2026.

Program itu mendapat pengawalan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Bohari menegaskan pihaknya berkomitmen memastikan bantuan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Damkarmat Kutim Kenalkan Keselamatan Kebakaran kepada Anak Sejak TK

Bantuan tersebut diberikan kepada Poktan Bakutor, Karya Etam Bersama 3, Prima Tani, dan Prima Mandiri. Kawasan yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas pertambangan kini diarahkan menjadi ruang produksi pangan.

Penanaman benih secara simbolis menandai tahap lanjutan pengembangan lahan. Kolaborasi Polda Kaltim, Pemkab Kutim, perusahaan, dan kelompok tani diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi jagung, tetapi juga memperkuat ekonomi desa dan menjadikan lahan pascatambang bagian dari upaya ketahanan pangan daerah. (ADV/ProkopimKutim/UB)