SANGATTA – Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa harga bawang putih di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masuk dalam daftar 10 kabupaten/kota dengan harga komoditas tersebut tertinggi di Indonesia.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengikuti rapat secara daring dari Ruang Rapat Diskominfo Staper Kutim bersama Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi, Forkopimda, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan sejumlah kepala perangkat daerah. Pemerintah daerah diminta memastikan kondisi harga di lapangan serta menyiapkan langkah apabila kenaikan berlanjut.
Rizali mengatakan pemerintah daerah tidak akan mengabaikan kenaikan harga komoditas tersebut. Menurutnya, bawang putih merupakan salah satu bahan pangan yang pasokannya masih bergantung pada daerah lain sehingga perubahan distribusi dapat memengaruhi harga di pasar Kutim.
Apabila terjadi kelangkaan atau kenaikan yang terlalu tinggi, pemerintah dapat melakukan intervensi melalui operasi pasar maupun pasar murah. Kerja sama dengan daerah pemasok juga menjadi salah satu opsi untuk menjaga ketersediaan komoditas.
Meski masuk dalam daftar daerah dengan harga bawang putih tinggi, Rizali mengatakan kondisi harga kebutuhan pokok secara umum masih relatif terkendali. Belum terdapat lonjakan yang dinilai melampaui kondisi normal. Namun, situasi tersebut tetap membutuhkan pemantauan secara berkala.
Pemkab Kutim bersama TPID dan organisasi perangkat daerah terkait telah menjalankan sejumlah langkah pengendalian inflasi, termasuk operasi pasar dan penyusunan kebijakan berdasarkan komoditas yang berpotensi mendorong kenaikan harga.
Menurut Rizali, koordinasi lintas sektor menjadi penting karena persoalan harga pangan berkaitan dengan distribusi, ketersediaan pasokan, dan daya beli masyarakat. Pemantauan lapangan juga diperlukan agar kebijakan tidak hanya mengandalkan data statistik.
Pemerintah daerah kini menempatkan kestabilan harga sebagai prioritas. Intervensi akan disiapkan apabila perkembangan harga bawang putih menunjukkan tekanan lebih lanjut, sementara koordinasi dengan daerah lain diharapkan dapat menjaga pasokan tetap tersedia di Kutim. (ADV/ProkopimKutim/UB)
