SPAM Karangan Hadir, Pemerataan Layanan Dasar di Kutim Makin Terlihat

9 November 2025
481 dilihat
1 min read

KARANGAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemerataan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui peresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 10 liter per detik di Desa Pengadan Lama, Kecamatan Karangan. Fasilitas ini menjadi SPAM kedua yang diresmikan tahun ini setelah Desa Bumi Rapak, Kaubun, dan diharapkan memperluas akses air bersih sekaligus mendukung visi Kutim yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, memimpin peresmian sekaligus menekankan bahwa kekayaan alam Kutai Timur harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut kehadiran SPAM sebagai bukti nyata upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar warga. Hadir pula Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, Dirut Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Suparjan, Plt Kadis PUPR Joni Setia Abdi, dan jajaran Forkopimda, yang disambut camat, kades, dan masyarakat di area SPAM yang berada di kaki gunung karst.

BACA JUGA  Pemkab Kutim Bentuk Tim Fasilitasi untuk Tuntaskan Sengketa Lahan Secara Transparan

Dirut Perumdam TTB, Suparjan, menjelaskan bahwa SPAM Pengadan merupakan hasil perjuangan panjang yang sangat dinanti warga. Dengan dukungan anggaran pemasangan pipa sepanjang 3.300 meter, ia menargetkan seluruh rumah di Desa Pengadan dapat teraliri air bersih pada 2026.

Kades Syarifudin Jabir menambahkan bahwa meski warganya relatif makmur dari perkebunan sawit dan kompensasi tambang, kebutuhan dasar seperti fasilitas kesehatan masih harus dipenuhi. Desa telah menyiapkan lahan dua hektare untuk pembangunan layanan kesehatan.

Pada kesempatan itu, Bupati Ardiansyah meminta Perumdam segera menyalurkan air bersih ke masjid setelah mendapati air wudhu masih keruh. Ia juga menyinggung potensi besar Kecamatan Karangan yang sejak dulu dikenal sebagai penghasil “putu labu” dan kini berkembang sebagai sentra kakao unggulan yang diprediksi menjadi yang terbaik di Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

BACA JUGA  TPID Kutim Gelar Sidak, Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Stabil Jelang Iduladha

Acara ditutup dengan Bupati menyanyikan Mars Kutim sebagai simbol ajakan untuk menjaga kerukunan, meningkatkan etos kerja, dan memastikan kekayaan alam Kutai Timur benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/UB)