Pemkab Kutim Siapkan Rp23 Miliar Beasiswa, Tanpa Batas Kuota Demi SDM Unggul

6 November 2025
537 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kembali menggelontorkan anggaran besar untuk dunia pendidikan. Pada 2025, Program Beasiswa Kutai Timur resmi dibuka dengan alokasi dana mencapai Rp23 miliar. Menariknya, Pemkab tidak menetapkan batas kuota penerima, selama mahasiswa memenuhi persyaratan dan ketersediaan anggaran masih mencukupi.

Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kutim, Nurcholis, menegaskan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi bagian dari desain pembangunan sumber daya manusia (SDM) jangka panjang di daerah. Program ini menyasar mahasiswa berdomisili di Kutim minimal enam bulan, baik yang kuliah di Kalimantan Timur maupun yang menempuh studi di luar daerah.

BACA JUGA  Berlayar Bersama Bapak: Kolaborasi Kreatif untuk Majukan Pariwisata Kutim

“Beasiswa Kutim dengan total anggaran Rp23 miliar ini merupakan wujud nyata perhatian Pemkab Kutim terhadap masa depan anak-anak Kutim. Kami ingin melahirkan generasi yang berdaya saing tinggi, unggul secara akademik, dan siap berkompetisi hingga level nasional,” ujar Nurcholis.

Program Beasiswa Kutim 2025 terbagi dalam tiga kategori utama. Pertama, Beasiswa Tuntas, yang mendanai biaya pendidikan mahasiswa hingga lulus. Skema ini menyasar mereka yang membutuhkan dukungan penuh agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Kedua, Beasiswa Stimulan, yang membantu mahasiswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah agar beban biaya kuliah dapat terkurangi. Ketiga, Beasiswa Kerja Sama, yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang mengikuti program kolaborasi antara Pemkab Kutim dan perguruan tinggi mitra.

BACA JUGA  Lahan Pascatambang TBA Bersemi, Polres Kutim-KPC Sulap Bekas Galian Jadi Ladang Jagung

Sejak pertama kali digulirkan, program ini telah melahirkan puluhan lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Mereka kini mengabdi di sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga birokrasi daerah. “Alhamdulillah, banyak yang sudah pulang dan menjadi tenaga pengajar, tenaga medis, sampai aparatur sipil negara di Kutim,” lanjut Nurcholis.

Ia berharap, beasiswa ini menjadi pemicu lahirnya semangat baru di kalangan pemuda Kutim. “Beasiswa ini bukan akhir perjuangan, tapi pijakan awal untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah dan membangun Kutim,” pungkasnya.(ADV/ProkopimKutim/UB)