Kolam Ikan Air Tawar Sangsel Jadi Contoh Gerakan Pemuda Mandiri Pangan Kutim

17 November 2025
470 dilihat
1 min read

SANGATTA – Inisiatif pemuda kembali mencuri perhatian publik setelah kawasan kolam ikan air tawar yang digagas oleh Komite Tani Muda (KTM) KNPI Kutai Timur resmi diperkenalkan di Gang Samsul, Sangatta Selatan. Kehadiran program ini dinilai membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi lokal, sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda ikut mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.

Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim) Jimmi, yang hadir dalam peresmian tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam. Ia menilai langkah KNPI Kutim sebagai bukti bahwa pemuda mampu melahirkan ide konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Memulai sesuatu itu tidak mudah, tapi KNPI tunjukkan bahwa pemuda Kutim bisa berpikir jauh ke depan untuk daerahnya. Ini contoh yang harus ditiru pemuda lainnya,” ujar Jimmi.

BACA JUGA  TP PKK Kombeng Tampilkan Inovasi Olahan Ikan, Sukses Amankan Peringkat Tiga Tingkat Kabupaten

Sebagai pembina Komite Tani Muda, Jimmi menjelaskan bahwa pengembangan perikanan air tawar adalah langkah penting dalam menciptakan kemandirian pangan. Selain menyediakan komoditas perikanan, kawasan kolam ini dinilai mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi wilayah pasca tambang.

“Kolam air tawar ini bukan hanya soal produksi ikan. Ini peluang ekonomi baru dan dapat membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat Kutim,” jelasnya.

Jimmi menegaskan bahwa DPRD Kutim siap mendukung keberlanjutan program tersebut melalui kebijakan dan pengawasan, serta mendorong kolaborasi yang melibatkan pemerintah, perusahaan, dan komunitas pemuda.

Ia juga mengapresiasi dukungan PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang ikut menyokong pengembangan kawasan ini melalui program CSR.

BACA JUGA  Pemkab Kutim Pelajari Model Pembinaan UMKM Berbasis Digital dari UPT Jatim

“Inilah bentuk pembangunan kolaboratif yang harus terus diperkuat. Pemuda memberi gagasan, perusahaan mendukung, dan pemerintah menggerakkan kebijakan. Kalau pola seperti ini berlanjut, Kutim bisa semakin mandiri pascatambang,” tutup Jimmi. (ADV/ProkopimKutim/UB)