Kutim dan UM Percepat Transformasi Digital Pendidikan Melalui Seminar Nasional

16 November 2025
418 dilihat
1 min read

SANGATTA – Transformasi digital di sektor pendidikan Kutai Timur mendapat semangat baru melalui kerja sama Pemkab Kutim dan Universitas Negeri Malang (UM). Kerja sama ini dikemukakan dalam Seminar Nasional Pendidikan bertema “Transformasi Digital melalui Deep Learning” yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, dan dihadiri ratusan tenaga pendidik.

Dengan 250 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah jenjang SD hingga SMP se-Kutim, perwakilan Disdikbud, serta Ikatan Alumni (IKA) UM, seminar ini menggambarkan semangat daerah untuk memperbarui pendekatan pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan teknologi dan tuntutan kompetensi di abad ke-21.

Seminar resmi dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman. Dalam sambutannya, Noviari menegaskan bahwa pendekatan deep learning bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut pembaharuan pola pikir serta manajemen kurikulum yang lebih adaptif.

BACA JUGA  Panen Raya dan Pembangunan RTH, Mandu Dalam Mantapkan Diri sebagai Desa Lestari

Ketua IKA UM Kutim, Syafi’i, menyampaikan rasa syukur kepada Pemkab Kutim atas dukungan penuh sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. UM turut menghadirkan tiga pakar pendidikan yaitu Prof. Dr. Hardika, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, dan Prof. Dr. Suyono yang memberikan pemaparan mengenai penerapan deep learning dalam pembelajaran dan manajemen kurikulum.

Disdikbud Kutim yang diwakili oleh Plt Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Heri Purwanto berharap kolaborasi ini mampu membawa manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, kerja sama ini harus terus diperkuat agar pelayanan pendidikan di Kutim semakin baik dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini selaras dengan visi pembangunan Kutim yang menargetkan daerah tangguh, mandiri, dan berdaya saing, dengan pendidikan sebagai salah satu pilar utamanya. Dengan sinergi yang kuat, Kutim percaya diri untuk menghasilkan generasi muda yang cerdas, kompetitif, dan kreatif. (ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Para Pekerja Sunyi di Garis Depan Pelayanan Sosial