SANGATTA – Hafalan Al-Qur’an dan penerapan adab adalah dua pilar utama dalam membentuk karakter generasi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal ini disampaikan oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, saat menghadiri prosesi wisuda santri Pondok Pesantren (Ponpes) Adab Al-Qur’an, yang dilangsungkan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim.
Lebih lanjut, Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada para wisudawan. “Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan selamat kepada para santri. Semoga ini menjadi motivasi bagi santri lain untuk terus menuntut ilmu, terutama ilmu agama yang tidak mengenal batas usia,” imbuhnya.
Sebanyak 11 santri resmi diwisuda dalam acara kali ini, menandai puncak perjalanan spiritual dan akademik mereka dalam menuntut ilmu agama. Para santri ini telah menyelesaikan pendidikan akademik serta hafalan Al-Qur’an, pembelajaran tajwid, dan makharijul huruf secara tuntas.
Prosesi wisuda yang merupakan angkatan keempat sejak pesantren berdiri 13 tahun lalu ini, dihadiri para pengajar, orang tua wali santri, dan sejumlah tamu undangan. Selain itu, hadir pula Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung, perwakilan Polres Kutim Ngatiyo (KBO Bimas), dan Kapten Hartono Pasof dari Lanal TNI AL Sangatta.
Rangkaian acara disemarakkan dengan penampilan tilawah Al-Qur’an dan nasyid dari para santri. Tidak hanya sebatas pemahaman agama, mereka juga mampu menunjukkan bakat dan kreativitas yang membanggakan di bidang akademik dan seni.
Melalui acara wisuda ini, Ponpes Adab Al-Qur’an memberi komitmen untuk terus membentuk generasi Qur’ani yang unggul dalam ilmu dan akhlak, serta siap berkontribusi nyata di tengah masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/UB)
