MTU DPUPR Kutim Siap Gunakan MTU dalam Melatih Tenaga Konstruksi di 18 Kecamatan

20 November 2025
455 dilihat
1 min read

SANGATTA – Kebutuhan tenaga konstruksi yang kompeten di Kutai Timur mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menghadirkan metode pelatihan yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satu terobosan terbaru adalah pengoperasian Mobile Training Unit (MTU), kendaraan pelatihan keliling yang dirancang untuk menjangkau pekerja hingga ke desa dan kecamatan terjauh.

Peluncuran ini disampaikan Plt Kepala DPUPR Kutim, Joni Setia Abdi, saat sosialisasi jasa konstruksi di depan Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi. Ia menjelaskan bahwa kehadiran MTU adalah sebuah solusi agar pelatihan tidak hanya terpusat di Sangatta, tetapi juga menjangkau masyarakat di seluruh kecamatan.

Menurut Joni, MTU akan memudahkan DPUPR mendatangi langsung para calon peserta pelatihan, sekaligus mempercepat proses sertifikasi tenaga kerja konstruksi. “Mobil ini menjembatani teman-teman di 18 kecamatan supaya bisa kita jangkau, kita latih, dan nantinya tersertifikasi,” ujarnya.

BACA JUGA  Dorong Keterbukaan Informasi, Pemkab Kutim Siap Berikan Sanksi bagi PD yang Lalai

Ia menjelaskan bahwa sebelum mendapatkan sertifikat keahlian, para pekerja wajib mengikuti pelatihan intensif. MTU menjadi metode “jemput bola” yang memungkinkan pemerataan akses tanpa harus menunggu peserta datang ke pusat pelatihan. “Ini salah satu model kita menjemput bola untuk teman-teman di kecamatan,” tambahnya.

Meski baru memiliki satu unit MTU, DPUPR optimis seluruh kecamatan tetap dapat terlayani. Joni menyebut bahwa MTU bukan satu-satunya metode. Pelatihan konvensional pun tetap berjalan untuk memastikan kebutuhan peningkatan kompetensi tetap terpenuhi. “Model-model konvensional tetap kita laksanakan selain MTU,” tegasnya.

Selain penguasaan keterampilan teknis, Joni berharap pelatihan ini mendorong para pekerja semakin patuh pada regulasi jasa konstruksi. Dengan kombinasi pelatihan mobile dan metode konvensional, DPUPR menargetkan tenaga kerja konstruksi Kutim semakin kompeten, tersertifikasi, dan siap mendukung pembangunan daerah. (ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Pemkab Kutim Siapkan Rp23 Miliar Beasiswa, Tanpa Batas Kuota Demi SDM Unggul