Sahari Nor Wakhid Kembali Dianugerahi Penghargaan, Buktikan Dedikasi Terhadap Literasi

20 November 2025
396 dilihat
1 min read

SANGATTA – Semangat membangun literasi di Kutai Timur mendapat panggung istimewa pada peringatan HUT ke-26 Kabupaten Kutim. Dalam momen tersebut, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada tujuh penulis lokal yang secara konsisten berkarya, salah satunya Sahari Nor Wakhid yang kembali meraih penghargaan untuk tahun kedua berturut-turut.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Lapangan Kantor Bupati. Nama Sahari kembali mencuri perhatian berkat kontribusinya yang besar dalam dunia tulis-menulis di daerah. Menulis telah menjadi hobinya sejak masa kuliah, mulai dari puisi hingga cerita pendek. Dengan sembilan buku tunggal dan keterlibatan dalam 46 antologi, ia menjadi salah satu figur yang terus memperkaya literasi Kutim. Beberapa bukunya yang banyak dikenal pembaca ialah Perempuan yang Menuju Dermaga, Selebrasi, dan Jeremba.

Sahari menyambut apresiasi tersebut dengan rasa syukur. Ia menyatakan bahwa penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi juga tantangan untuk terus berkarya di sela tugasnya sebagai guru. “Saya sangat bersyukur dan merasa tertantang dengan penghargaan ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Dua Desa di Sandaran Resmi Menikmati Listrik 24 Jam

Saat ini, Sahari mengajar Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Sangatta Utara. Ia juga memiliki pengalaman sebagai kepala sekolah di perusahaan sawit dan kini aktif menjabat Ketua Komunitas Belajar ETAM Kutim periode 2023–2026, organisasi yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidik di Kaltim dan Kutim.

Tak hanya menerima penghargaan, Sahari berharap momentum ini dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk berkarya di bidang literasi. Ia bersedia untuk berbagi pengalaman dan melatih generasi muda jika dibutuhkan pemerintah.

Penghargaan bagi Sahari dan penulis lainnya menjadi bukti bahwa Pemkab Kutim tidak hanya memberi perhatian pada pembangunan fisik, tetapi juga dengan serius menumbuhkan budaya literasi sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia. (ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Raih Akreditasi Utama, Labkesda Kutim Soroti Tantangan Pemanfaatan dan SDM