Kutim Jadi Percontohan, Program “Cap Jempol Stop Stunting” Resmi Dicanangkan

10 November 2025
320 dilihat
1 min read

Kutai Timur — Kabupaten Kutai Timur kian mantap menjadi daerah percontohan program nasional “Cap Jempol Stop Stunting”, sebuah pendekatan percepatan penurunan stunting yang menekankan kerja bersama antarlembaga. Program ini akan diluncurkan pada 27 Oktober 2025 dan dijadwalkan dihadiri perwakilan dari Staf Kepresidenan RI.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi, menyambut baik sinyal dukungan pemerintah pusat tersebut. “Insya Allah, apalagi ini ada sinyal Staf Presiden akan hadir. Tadi pagi sudah ada konfirmasi. Setelah acara HUT saya langsung terbang ke Jakarta,” ujarnya.

Program Cap Jempol Stop Stunting mengusung metode jemput bola, melibatkan OPD, dunia usaha, dan mitra strategis sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Pendekatan ini dirancang agar intervensi dapat menyasar keluarga berisiko secara langsung dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Ardiansyah: Sinergi dengan Kemenkeu Jadi Kunci Hadapi Gejolak

Selain fokus pada stunting, Junaidi juga menegaskan bahwa Sekolah Lansia mulai berjalan tahun ini sebagai bagian dari penguatan kualitas hidup masyarakat. “Sekolah Lansia itu bagaimana kita memberdayakan para lansia supaya berdaya guna dan berhasil guna,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya menyentuh kelompok usia produktif. Kesejahteraan seluruh lapisan usia, termasuk lansia, menjadi indikator masyarakat yang berkualitas. 

“Penduduk kita dikatakan berkualitas apabila tidak ada yang menganggur, tidak stres, dan tetap merasa bahagia di usia mereka,” tambahnya.

Dengan hadirnya dua program unggulan ini, DPPKB Kutim berharap Kutai Timur dapat menjadi rujukan nasional dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan kompetitif. (ADV)

BACA JUGA  Dari 29 ke 26 Persen: Kutim Percepat Langkah Stop Stunting

 

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.